Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Prof. Dr. Nugroho SBM
Dosen Universitas Diponegoro

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang

Eksternalitas Positif Digitalisasi Sistem Pembayaran BI

Kompas.com - 21/05/2024, 14:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BANK Indonesia (BI) terus mendorong sistem pembayaran digital yang aman, lancar, dan handal. Hasilnya transaksi digital dalam perekonomian Indonesia terus meningkat pesat.

Sampai triwulan pertama 2024 (sampai Maret 2024), nominal transaksi Bank Digital (digital banking) tercatat Rp 15.881,53 triliun atau tumbuh sebesar 16,15 persen (yoy).

Sementara itu, nominal transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 41,70 persen (yoy) sehingga mencapai Rp 253,39 triliun. Nominal transaksi QRIS tumbuh 175,44 persen (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 48,12 juta dan jumlah merchant 31,61 juta.

Sedangkan transaksi Bank Indonesia- Real Time Gross Setlement (BI-RTGS) meningkat 6,62 persen (yoy) mencapai Rp 42.005,48 triliun. Adapun transaksi BI-FAST tumbuh positif 55,40 persen (yoy) mencapai Rp 1.760,59 triliun (bi.go.id, 24/4/2024).

Digitalisasi sistem pembayaran terus dikembangkan oleh BI dengan berbagai inovasi. Misalnya, dalam pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Awal mulanya QRIS adalah adanya dompet elektronik (E-Wallet) di mana pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan QR Code. Namun, saat itu QR Code masih berbeda-beda.

BI lalu mempunyai inisiatif untuk menyatukan QR dalam satu QR Code yang kemudian dikenal sebagai QRIS.

QRIS berkembang pesat. QRIS yang awalnya hanya untuk pembayaran sampai kini sudah ada QRIS Tuntas di mana pembayaran, setoran, dan lain-lain bisa dilakukan dengan mudah.

Demikian pula disediakan QRIS Cross Border, pembayaran dengan QRIS antarnegara bisa dilakukan tanpa pelakunya menukar terlebih dahulu mata uangnya.

QRIS Cross Border terus diperluas dengan kerja sama antara Indonesia dengan berbagai negara secara bilateral.

Eksternalitas positif bagi Pemerintah

Digitalisasi yang terus diinisiasi, didorong, dan dikembangkan oleh BI menimbulkan eksternalitas positif (dampak ikutan positif) bagi pemerintah.

Dampak ikutan positif bagi pemerintah tersebut adalah terus meningkatnya penerimaan pajak digital pemerintah.

Menurut catatan Direktorat Jenderal Pajak, hingga April 2024, pemerintah menerima pajak dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp 24,12 triliun.

Jumlah pajak digital tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp 19,5 triliun, pajak kripto Rp 689,84 miliar, dan pajak fintech (P2P lending) Rp 2,03 triliun.

Kemudian, pajak yang dipungut oleh pihak lain atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (pajak SIPP) sebesar Rp 1,91 triliun.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhanan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhanan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Whats New
Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

Whats New
HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

Spend Smart
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Whats New
Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com