Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar 18 Komoditas Barang Komplementer Impor yang Tak Perlu “Pertek”

Kompas.com - 21/05/2024, 14:42 WIB
Elsa Catriana,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) merinci ada 18 jenis komoditas barang komplementer yang tak lagi membutuhkan Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Kementerian Perindustrian jika diimpor oleh pelaku importir.

Relaksasi ini berlaku sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Perubahan ketiga Atas Permendag Nomor 36 Tahun 2023.

Direktur Impor Kementerian Perdagangan Arif Sulistyo mengatakan, relaksasi ini dibutuhkan oleh pelaku industri karena barang-barang komplementer merupakan barang untuk melengkapi lini produk.

Baca juga: Pemerintah Relaksasi Aturan Impor, Ini Respons Pengusaha

Dia bilang, sejak implementasi Permendag lama yakni Nomor 36 Tahun 2023 diberlakukan beberapa waktu yang lalu, banyak pelaku industri mengeluhkan barang baku tertahan karena tidak mendapatkan Pertek dari kementerian atau lembaga terkait.

“Padahal barang komplementer ini sangat dibutuhkan oleh pelaku industri sehingga berdasarkan keputusan bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Permendag 8 ini tidak lagi diperlukan pertimbangan teknis (pertek) di Kementerian Perindustrian,” ujarnya dalam sosialisasi Permendag 8 Tahun 2024 yang disiarkan secara virtual, Selasa (21/5/2024).

Baca juga: Impor Alas Kaki, Tas hingga Obat Tradisional Tak Perlu “Pertek” Lagi

Berikut adalah 18 komoditas barang komplementer impor yang tak perlu “Pertek”:

  1. Produk hewan olahan
  2. Produk kehutanan
  3. Besi atau baja paduan dan produk turunannya
  4. Ban
  5. Keramik
  6. Kaca lembaran dan kaca pengaman
  7. Makanan dan minuman
  8. Obat tradisional dan suplemen kesehatan
  9. Kosmetik dan perbekalan kesehatan rumah tangga
  10. Barang tekstil sudah jadi lainnya
  11. Mainan
  12. Tas
  13. Pakaian jadi dan aksesoris pakaian jadi
  14. Alas kaki
  15. Elektronik
  16. Bahan berbahaya
  17. Bahan kimia tertentu
  18. Katup

Dia pun mencontohkan, misalnya seperti pelaku usaha industri ban, ketika mereka tidak mampu memproduksi jenis ban yang lain dikarenakan biaya produksinya jauh lebih mahal, maka pengusaha tersebut tetap bisa mengimpor tapi memerlukan Pertek lagi.

“Kayak Goodyear, perusahaan ban, meskipun mereka sudah bisa produksi ban sendiri tapi ada saja jenis ban lain yang tidak bisa diproduksi sehinga harus diimpor. Ini mereka langsung saja mengajukan Perizinan Impornya ke Kementerian Perdagangan tanpa ada Pertek lagi,” pungkasnya.

Baca juga: Relaksasi Aturan Impor, Sri Mulyani: 13 Kontainer Barang Bisa Keluar Pelabuhan Tanjung Priok Hari Ini

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com