Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Penyebab Indofarma Mandek Bayar Gaji Karyawan

Kompas.com - 21/05/2024, 20:30 WIB
Yohana Artha Uly,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indofarma Tbk mengalami kesulitan pembayaran gaji beberapa bulan terakhir. Perusahaan mengakui keuangan sedang bermasalah sehingga mandek membayar gaji karyawan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan, keuangan Indofarma bermasalah karena anak usahanya, PT Indofarma Global Medika (IGM) tidak menyetorkan dana hasil penjualan produk-produk Bio Farma.

Menurutnya, IGM sebagai pihak yang mendistribusikan atau menjual produk-produk buatan Indofarma, sudah menerima dana dari pihak ketiga atas hasil penjualan produk-produk tersebut.

Namun, hasil penjualan tidak disetorkan sehingga menyebabkan Indofarma mengalami kerugian dan tak mampu membayarkan gaji karyawan.

"Jadi Indofarma Global Medika ternyata sudah nagih (ke pihak ketiga), dan tagihannya sudah masuk, tapi dia tidak kasih ke Indofarma-nya. Di situlah problem besarnya," ungkap Arya dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/5/2024).

Baca juga: Soal Indofarma, Wamen BUMN: Memang Ada Fraud

Berdasarkan hasil audit internal, setidaknya ada dana sebesar Rp 470 miliar yang tidak disetorkan Indofarma Global Medika ke Indofarma.

Akibat kondisi itu, pembayaran gaji karyawan Indofarma beberapa bulan terakhir pun dibantu oleh PT Bio Farma (Persero), sebagai induk dari Indofarma.

Menurut Arya, pada dasarnya Indofarma tidak mampu membayarkan gaji karyawan sejak akhir 2023, meskipun isu pembayaran gaji yang mandek mencuat pada Maret 2024.

"Jadi bukan baru sekarang ini (Indofarma enggak bayar gaji), itu sudah dari bulan-bulan sebelumnya dibayarkan sama Bio Farma," kata dia.

"Kalau Indofarma itu tidak di bawah Bio Farma, mungkin tahun lalu pun enggak dibayar gajinya," imbuhnya.

Baca juga: Saat Persoalan Keuangan Indofarma Bakal Berujung Pelaporan ke Kejagung

Arya bilang, Bio Farma pun telah mengeluarkan miliaran rupiah untuk membayar gaji karyawan Indofarma. Namun, kondisi ini tidak bisa berlangsung terus-menerus karena akan membebani keuangan Bio Farma.

Maka dari itu, Bio Farma pun membatasi pengeluaran untuk menanggung kewajiban anak usahanya itu. Kondisi ini pada akhirnya berdampak pada mandeknya pembayaran gaji karyawan Indofarma saat ini.

"Makanya sekarang ini dibatasi akhirnya, akhirnya gak bisa lagi Bio Farma menggelontorkan uang kepada Indofarma. Makanya terhambat pembayaran gaji. Kalau terus dilakukan (pembayaran gaji ditanggung Bio Farma), ya Biofarma yang kasihan," jelasnya.

Kini Indofarma pun tengah menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) karena tidak mampu membayarkan utang-utangnya. Terkait nasib Indofarma beserta karyawannya ke depan, menurut Arya, pihaknya menunggu hasil sidang PKPU.

"Kita lihat nanti bagaimana hasil PKPU dan sebagainya. Apalagi kita tahu bahwa Indofarma ini masih mendapatkan pekerjaan-pekerjaan. Tapi pekerjaan-pekerjaan dia biasanya pendanaannya diukur oleh holdingnya. Itu tetap kita lakukan supaya Indofarma tetap bisa melaksanakan operasional ini," pungkas Arya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com