Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wafatnya Presiden Iran Diyakini Tak Berdampak Signifikan ke Perekonomian Global

Kompas.com - 22/05/2024, 05:10 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar meninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter di dekat perbatasan Azerbaijan pada Minggu (19/5/2024) diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian global dan Indonesia.

Chief Economist DBS Bank Taimur Baig mengakui, kabar wafatnya Presiden Iran Ebrahim Raisi menambah deretan sentimen ketidakpastian global.

Namun demikian, dampak dari sentimen tersebut diproyeksi hanya akan dirasakan oleh internal Iran.

"Saya pikir tragedi yang terjadi di Iran kemarin lebih bersifat permasalahan internal," kata Taimur, dalam DBS Asian Insights Conference 2024, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Baca juga: Jokowi Berharap Meninggalnya Presiden Iran Tak Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Lebih lanjut Taimur bilang, sejauh ini kabar wafatnya Presiden Raisi dinilai tidak akan berdampak terhadap arah kebijakan Iran, yang pada akhirnya ditransmisikan ke tingkat produksi minyak mentah di kawasan Timur Tengah.

"Saya tidak melihat ini sebagai kekhawatiran besar," ujar Taimur.

Selain itu, Iran juga sudah memulai rangkaian pertemuan darurat untuk menentukan pengganti Raisi, sehingga Taimur meyakini, sentimen meninggalnya orang nomor 1 Iran tidak dirasakan oleh global.

"Saya pikir itu lebih permasalahan domestik bagi Iran untuk diselesaikan," ucapnya.

Baca juga: BI: Ekonomi Global Belum Pulih dari Ketidakpastian


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pun berharap, meninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi tidak memberikan dampak kepada perekonomian global dan harga minyak dunia.

Sebab, jika harga minyak terdampak, akan ada akibat yang lebih luas dari sisi perekonomian.

"Kita harapkan tidak berdampak kepada ekonomi global, utamanya yang berkaitan dengan harga minyak. Karena kalau sudah harga minyak naik terdampak dari peristiwa itu itu akan berdampak ke mana-mana," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers posko pengungsian Batu Taba, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (21/5/2024).

Sebagai informasi, Presiden Iran Ebrahim Raisi meninggal dalam kecelakaan helikopter yang jatuh di daerah pegunungan dekat perbatasan Azerbaijan pada Minggu.

Pejabat setempat menyatakan Ebrahim Raisi meninggal dunia setelah puing-puing helikopter hangus yang ditemukan pada Senin (20/5/2024) pagi.

“Presiden Raisi, menteri luar negeri, dan seluruh penumpang helikopter tewas dalam kecelakaan itu,” ujar seorang pejabat senior Iran, dikutip dari Reuters, Senin (20/5/2024).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com