Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Mulai Pangkas Subsidi Solar, Hemat Rp 12,7 Triliun Setahun

Kompas.com - 22/05/2024, 16:00 WIB
Filipi Jhonatan Partogi Situmorang,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan langkah berani untuk mengurangi subsidi bahan bakar demi memperkuat posisi fiskal negara.

Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (22/5/2024) Kebijakan ini dimulai dengan pemotongan subsidi solar yang diperkirakan akan menghemat sekitar 4 miliar ringgit atau setara dengan Rp 12,7 triliun per tahun.

Pengumuman ini disampaikan Anwar dalam pidato yang disiarkan secara nasional pada hari Selasa.

Anwar telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk menggantikan subsidi menyeluruh dengan sistem subsidi yang lebih terarah, yang difokuskan pada kelompok berpenghasilan rendah.

Baca juga: Penjelasan Sri Mulyani soal Tambahan Subsidi Solar

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap naiknya harga komoditas yang telah membebani keuangan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

"Penghematan dari pemotongan subsidi ini dapat dialihkan kepada yang benar-benar membutuhkan, termasuk memberikan bantuan tunai kepada pemilik kendaraan diesel seperti petani padi dan pedagang kecil," ujar Anwar.

"Namun, saya mengingatkan bahwa subsidi yang ditargetkan tidak boleh membebani mayoritas rakyat." tambahnya.

Baca juga: Bappenas Usulkan Subsidi BBM Digeser ke Transportasi Umum, Mengapa?


Reformasi subsidi solar ini hanya akan berlaku untuk konsumen di Semenanjung Malaysia. Meskipun demikian, Anwar belum mengumumkan tanggal pasti kapan kebijakan ini akan mulai diterapkan, dengan janji bahwa rincian lebih lanjut akan segera diumumkan.

Selain itu, Anwar juga berkomitmen untuk melaksanakan reformasi tenaga kerja dan mengatasi stagnasi upah.

Bulan ini, ia mengumumkan kenaikan gaji sebesar 13 persen untuk pegawai negeri sipil mulai Desember, serta kebijakan upah progresif yang diusulkan dan langkah-langkah lain untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Penghapusan subsidi menyeluruh diperkirakan akan berdampak pada inflasi. Bank sentral Malaysia memperkirakan inflasi headline akan berkisar antara 2 persen hingga 3,5 persen tahun ini, naik dari 2,5 persen pada tahun 2023, setelah mempertimbangkan subsidi yang direncanakan dan penyesuaian pengendalian harga.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com