Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Masih Lesu

Kompas.com - 28/05/2024, 09:47 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (28/5/2024). Hal ini berbeda dengan mata uang garuda yang melemah dalam pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, IHSG naik 102,2 poin (1,42 persen) ke posisi 7.278,67.

Sebanyak 222 saham melaju di zona hijau dan 186 saham di zona merah. Sedangkan 174 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,6 triliun dengan volume 2,6 miliar saham.

Baca juga: IHSG Berharap ke New Blue Chips, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Founder WH Project William Hartanto mengatakan, IHSG hari ini berpotensi menguat setelah kemarin kembali ke dalam demand zone. William bilang, pergerakan IHSG masih dalam fase pengujian level 7.180 untuk menjadi support baru.

“Potensi menguat masih terlihat dengan dorongan dari saham-saham new blue chips seperti AMMN. Hari ini kami memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat, pada range 7.165 – 7.254,” kata William dalam analisisnya.

Bursa Asia mayoritas bergerak di zona hijau, dengan kenaikan Hang Seng Hong Kong 0,52 persen (98,39 poin) ke level 18.925,74, Shanghai Komposit bertambah 0,02 persen atau 0,71 poin ke level 3.124,76, dan Strait Times bertambah 0,27 persen (8,84 poin) ke level 3.327,89. Sementara itu, Nikkei turin 0,19 persen (7,8 poin) ke level 38.825,19.

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir data Bloomberg, pukul0 9.26 WIB rupiah berada pada level Rp 16.088 per dollar AS atau turun 16 poin (0,1 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 16.071 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena sikap pelaku pasar yang meragukan adanya pemangkasan suku bunga acuan AS yang lebih cepat. Di sisi lain, pelemahan indeks dollar AS pada kisaran 104,49, bisa menahan pelemahan rupiah lebih dalam.

"Rupiah bisa melemah karena sentimen suku bunga AS. Namun rupiah bisa berbalik menguat, terhadap dollar AS hari ini ke arah support Rp 16.000 per dollar AS dengan potensi resisten di sekitar Rp 16.100 per dollar AS," kata Ariston.

Baca juga: 5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhanan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhanan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Whats New
Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

Whats New
HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

Spend Smart
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Whats New
Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com