Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garuda Indonesia Operasikan Pesawat Boeing 777 untuk Layani 4.695 Jemaah Haji Aceh

Kompas.com - 30/05/2024, 13:17 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

BANDA ACEH, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan melayani sekitar 4.695 jemaah haji embarkasi Aceh selama 29 Mei sampai 10 Juni 2024.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio mengatakan, untuk melayani para jemaah haji asal Aceh ini pihaknya telah mengoperasikan 1 unit pesawat Boeing 777-300ER.

Adapun jemaah haji embarkasi Aceh ini akan dibagi menjadi 12 kelompok terbang (kloter) dimana kloter pertama sebanyak 393 orang telah diberangkatkan pada Rabu (29/5/2024) sekitar pukul 18.33 WIB.

Baca juga: Pesan Wapres untuk Jemaah Haji Aceh, Waspada Cuaca Panas hingga Bawa Air Minum

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio saat ditemui di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (29/5/2024).KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio saat ditemui di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (29/5/2024).

"Sejumlah persiapan sudah kita lakukan khususnya embarkasi Aceh ini. Kita hari ini (Rabu) akan menerbangkan ke tanah suci jemaah haji sejumlah 393 orang. Kemudian terbang dengan peswat wide body Boeing 777," ujarnya saat ditemui di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (29/5/2024).

Lantaran sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia dan baru pertama kali melakukan penerbangan pada periode ini, pihaknya berkomitmen menyiapkan layanan dengan baik agar para jemaah nyaman.

Diketahui sebanyak 20 persen jemaah haji asal Aceh berusia di atas 65 tahun dan 30 persen berusia 55 sampai 65 tahun.

Kemudian dari sisi pendidikan, sekitar 60 persen merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca juga: Penerbangan Haji Perdana di Aceh Hari Ini, Kemenhub Lakukan Inspeksi

"Kita terus menjaga kualitas daripada layanan operasi dan mengutamakan safety (keselamatan). Karena jemaah ini memiliki banyak latar belakang yang berbeda-beda," ucapnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com