Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garuda Indonesia Ungkap Pesawat Haji yang Bermasalah Merupakan Sewaan

Kompas.com - 30/05/2024, 17:10 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Prasetio mengungkapkan, pesawat angkutan haji yang bermasalah baik di embarkasi Makassar, Solo, maupun Medan merupakan pesawat sewaan.

Meski demikian, dia memastikan setiap pesawat yang disewa telah dilakukan pengecekan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelum dioperasikan sebagai angkutan haji.

Adapun untuk armada haji tahun ini pihaknya mengoperasikan 14 pesawat berbadan lebar (wide body) di antaranya tipe Boeing 777-300ER, Boeing 747-400, dan Airbus 330. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persennya merupakan pesawat sewaan.

Baca juga: Garuda Indonesia Operasikan Pesawat Boeing 777 untuk Layani 4.695 Jemaah Haji Aceh

"Walaupun sewa, tentunya kita melalui proses compliance, checking oleh DKPPU," ujarnya saat ditemui di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (29/2024).

Begitupun dari sisi pelayanan, meski mayoritas pesawat sewaan namun pihaknya memastikan kru pesawat haji tidak sepenuhnya berasal dari maskapai yang menyewakan pesawat tetapi dikombinasikan dengan kru internal Garuda Indonesia.

Hal ini agar kualitas kru pesawat lebih terjaga dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji sesuai dengan standar yang ditentukan Garuda Indonesia.

"80 persen kita sewa. Running berdasarkan dry lease. Dry lease itu semuanya dari Garuda yang menyediakan. Sisanya wet lease yaitu aircraft, kru, maintenance, dan insurance itu semuanya jadi satu kita menyewa. Tapi untuk kru pasti untuk menjaga services itu kombinasi khusus yang wet lease," ungkapnya.

Kendati demikian, dengan adanya permasalahan tersebut, pihaknya akan terus memonitor dan berkonsultasi dengan Kemenhub terkait pada pesawat-pesawat sewaan.

"Kita akan view terus. Kita selalu berkonsultasi menjaga kualitas ini agar di kemudian hari menjadi pembelajaran agar tidak mengganggu layanan jemaah haji," tuturnya.

Sebelumnya, Kemenhub memastikan seluruh pesawat yang digunakan untuk angkutan haji laik terbang sebelum dioperasikan sebagai angkutan haji. Termasuk pesawat Boeing 747-400 yang mesinnya sempat memercikkan api saat mengangkut jemaah haji embarkasi Makassar pada Rabu (15/5/2024).

Hal ini diungkapkan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Mochamad Mauludin saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/5/2024).

"Seluruh pesawat yang digunakan pada kegiatan angkutan haji telah dilakukn inspeksi saat ramp inspection dan dinyatakan laik udara. Personel crew dan cabin crew memenuhi kelayakan untuk operasional penerbangan," ujarnya.

Mauludin menjelaskan, pesawat Boeing 747-400 yang disewa Garuda Indonesia ini telah mengantongi sertifikat kelaikudaraan (certificate of airworthiness/C of A) yang masih berlaku sampai 15 Mei 2025 dengan nomor MG-1342.

Pesawat juga memiliki sertifikat pendaftaran (certificate of registration/C of R) dengan nomor 0625 yang telah diterbitkan sejak 22 Desember 2022.

Baca juga: Garuda Indonesia Disebut Gagal Layani Haji, Ini Respons Kemenhub

Sebagai informasi, C of A dan C of R membuktikan pesawat tersebut telah dibuat sesuai dengan type design data yang telah disahkan dan telah terdaftar.

Pesawat ini juga sudah sesuai dengan ketentuan standar internasional International Civil Aviation Organization (ICAO) dimana tingkat kepatuhan negara asal pesawat yakni Moldova terhadap ICAO mencapai 74,07 persen.

"Kita sebagai negara berhak untuk melakukan inspeksi terhadap pesawat asing yang dioperasikan di wilayahnya, dengan cara memastikan pesawat tersebut memiliki sertifikat kelaikudaraan yang masih berlaku dan diterbitkan oleh otoritas penerbangan setempat," ucapnya.

Selain itu, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) juga telah melakukan sejumlah inspeksi sebelum pesawat itu masuk ke fleet Garuda Indonesia sehingga pesawat sewaan tersebut telah mengikuti prosedur kelaikan operasi sesuai ketentuan.

Baca juga: 60 Kloter Penerbangan Haji Delay, Menhub Minta Garuda Berbenah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com