Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut Bocorkan Pertamina dan Bulog Bakal Akuisisi Perusahaan Asing

Kompas.com - 11/06/2024, 05:06 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membocorkan informasi bahwa dua badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Pertamina (Persero) dan Perum Bulog, akan mengakuisisi perusahaan asing.

Luhut menyebutkan, Pertamina akan mengakuisisi perusahaan asal Brasil yang menyuplai gula dan etanol agar Pertamina dapat mendapatkan pasokan bahan baku bioetanol.

Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk mengganti bahan bakar bensin menjadi bioetanol dan menurunkan kadar sulfur secara bertahap.

Baca juga: Soal Bersedia Jadi Penasihat Prabowo, Ini Kata Luhut

"Presiden tadi sudah memutuskan nanti Pertamina akan akuisisi perusahaan, sekarang lagi due dilligence (uji kelayakan) di Brasil," ujarnya saat menghadiri acara HUT Ke-52 Hipmi di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/6/2024).

Diperkirakan dalam 2-3 tahun ke depan bioetanol sudah dapat menggantikan bensin sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Dengan demikian, peralihan bahan bakar kendaraan bermotor dari bensin ke bioetanol ini dapat menurunkan tingkat polusi udara di Indonesia, terutama Jakarta.

"Sehingga nanti Pertamina memiliki sumber energi dan sumber gula di Brasil, itu akan membuat ketahanan energi kita bagus," ucapnya.

Sebagai informasi, pada 24 Juli 2023, Pertamina resmi mulai menjual Pertamax Green 95 di 15 SPBU yang ada di Jakarta dan Surabaya. BBM terbaru Pertamina ini dijual seharga Rp 13.500 per liter.

Pertamax Green 95 sendiri merupakan BBM hasil percampuran Pertamax dengan Bioetanol sebesar 5 persen (E5). Bioetanol adalah etanol atau senyawa alkohol yang berasal dari tumbuhan, dan dalam hal ini Pertamina menggunakan tebu.

Sementara untuk Bulog, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Bulog mengakuisisi sejumlah produsen beras di Kamboja dan Luhut diminta untuk menindaklanjuti rencana tersebut.

"(Proses akuisisi) memang sudah ditindaklanjuti, sekarang tinggal kita melakukan due diligence," ungkapnya.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait rencana akuisisi Bulog terhadap perusahaan dari Kamboja ini.

Baca juga: Kata Luhut, Eropa Mulai Sadar RI Punya Hak Larang Ekspor Nikel

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com