Pontianak Belum Terapkan Pajak Progresif

Kompas.com - 04/10/2009, 16:12 WIB
Editor

PONTIANAK, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kemungkinan belum dapat menerapkan pajak progresif untuk kendaraan bermotor meski target pendapatan asli daerah tahun 2010 diperkirakan Rp 600 miliar.

Menurut Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar Syakirman, saat dihubungi di Pontianak, Minggu (4/10), penambahan satu kendaraan bermotor akan berdampak kepada tiga jenis pajak yang terkait.

Ketiga pajak tersebut yakni pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan pajak bahan bakar.

"Jadi, ada tiga pendapatan yang dapat diperoleh Kalbar kalau ada penambahan satu kendaraan bermotor," kata Syakirman.

Pemprov Kalbar juga akan mengkaji jenis-jenis pajak yang dapat meningkatkan pendapatan tahun depan. "Karena ada pajak yang akan menjadi PAD kabupaten dan kota, padahal tahun ini masih menjadi kewenangan provinsi," kata dia.

Ia mencontohkan pajak bumi dan bangunan (PBB). Sebelumnya, 16 persen dari pajak tersebut menjadi pendapatan provinsi.

Namun, Pemprov Kalbar tetap optimistis terhadap target PAD tahun 2010. Salah satunya kondisi ekonomi nasional ataupun internasional yang membaik. "Kalau ekonomi membaik, kepemilikan kendaraan bermotor juga bertambah," kata Syakirman.

PAD Kalbar tahun 2009 ditargetkan mencapai Rp 500 miliar dengan porsi utama dari sektor kendaraan bermotor.

Total APBD Kalbar 2009 untuk sektor penerimaan Rp 1,5 triliun, tetapi belanja Rp 1,7 triliun. Selisih dibiayai dari sisa lebih pelaksanaan anggaran tahun 2008, yang ditunjang kelebihan pendapatan dari sektor kendaraan bermotor.

Pajak progresif merupakan pengenaan pajak yang lebih besar untuk warga yang memiliki dua atau lebih kendaraan. Besaran berkisar dua sampai 10 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata Kemenhub dan KAI

Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata Kemenhub dan KAI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.