Wah, Dokumen Anggaran Pun Dipalsukan...

Kompas.com - 02/02/2010, 16:18 WIB
EditorEdj

JAKARTA, KOMPAS.com — Surat Perintah Membayar atau SPM, dokumen yang menjadi perangkat akhir pencairan dana dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara atau KPPN, Kementerian Keuangan, diindikasikan telah dipalsukan. Satuan kerja atau pemimpin proyek yang seharusnya menerima dana Rp 8,82 miliar dari KPPN justru merasa belum meminta pencairan dana tersebut sehingga kemungkinan pemalsuan SPM menguat.

Demikian muncul dalam Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPR RI tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008. Jawaban pemerintah tersebut dibacakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Selasa (2/2/2010), dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Proses hukum atas kasus SPM fiktif ini dipertanyakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera kepada pemerintah minggu lalu. Total SPM yang diduga dipalsukan mencapai Rp 9,95 miliar yang dibayarkan melalui KPPN Jakarta II.

Menurut Sri Mulyani, pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2008 telah dialokasikan dana untuk membiayai pekerjaan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pengadaan Bahan atau Peralatan Jalan dan Jembatan Departemen Pekerjaan Umum.

Lalu pada 24 Desember 2008, KPPN Jakarta II menerima SPM senilai Rp 9,95 miliar. Berdasarkan SPM itu, KPPN Jakarta II menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sebesar Rp 8,82 miliar (setelah dipotong pajak) kepada PT Surya Cipta Cemerlang.

Namun, pada saat rekonsiliasi data, pihak satuan kerja menyatakan tidak pernah menerbitkan SPM yang dijadikan dasar KPPN mencairkan dana Rp 8,82 miliar.

"Terhadap SPM yang diduga palsu tersebut, pihak kepolisian telah menyelidiki, dan hasilnya hingga saat ini belum sepenuhnya terungkap," papar Menkeu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara internal, Kementerian Keuangan telah memeriksa aparatnya di KPPN Jakarta II. Kesimpulannya adalah belum ditemukan bukti yang cukup adanya keterlibatan pejabat atau pegawai KPPN Jakarta II dalam pemalsuan SPM itu. Adapun informasi dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyatakan bahwa Direktur Utama PT Surya Cipta Cemerlang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tindak pidana yang dipersangkakan adalah pemalsuan, penipuan, dan penggelapan, serta pencucian uang.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Whats New
PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

Whats New
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

Whats New
Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Whats New
Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Whats New
Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Whats New
Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Whats New
OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

Whats New
Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Whats New
Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Whats New
Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Earn Smart
6 Perempuan Muda Ini Bakal 'Ambil Alih' Jabatan Erick Thohir

6 Perempuan Muda Ini Bakal "Ambil Alih" Jabatan Erick Thohir

Whats New
Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Whats New
Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Whats New
Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.