Nestle Butuh Tambahan Susu Segar

Kompas.com - 03/03/2010, 07:45 WIB
EditorEdj

MALANG, KOMPAS.com — Perluasan pabrik susu Nestle di Pasuruan, Jawa Timur, berimbas pada peningkatan penyerapan susu segar. Oleh karena itu, peternak sapi perah lokal dituntut ikut meningkatkan produksi dan mutu susu segar.

Saat ini Nestle setiap hari menyerap sekitar 600 ton susu segar lokal dari semua peternak di Jawa Timur. "Target kami pada tahun 2010, produksi susu segar mencapai 645 ton," kata Pariatmoko, Section Head Dairy Development PT Nestle Indonesia di Pujon, Malang, Jawa Timur.

Pariatmoko menambahkan, pada tahun 2012, pabrik PT Nestle bahkan mampu mengolah sekitar satu juta liter susu segar setiap hari. Oleh karena itu, pihaknya kini terus mendampingi para peternak agar produksi susu sapi perahnya juga berlipat ganda.

Sementara itu, para peternak di Jawa Timur mengaku menghadapi sejumlah keterbatasan dalam meningkatkan kapasitas produksinya, misalnya masalah pakan ternak. Menurut Abdul Rosyid (45), peternak di Pujon, untuk menghasilkan susu berkualitas baik, sapi harus diberi makan konsentrat dan hijauan atau rumput.

Padahal, pada musim kemarau, para peternak menghadapi kesulitan mencari hijauan dan harga pakan sapi mengalami kenaikan. "Untuk tujuh sapi, setiap harinya dibutuhkan 40 kg konsentrat, 40 kg singkong dan hijauan," kata Abdul.

Berbagai upaya juga dilakukan Nestle untuk membantu peternak, misalnya dengan memberi subsidi harga pakan ternak yang berkualitas dan memberi pelatihan manajemen peternakan, termasuk sanitasi dan kebersihan kandang ternak.

Sekitar 80 persen susu yang dihasilkan peternak di seluruh Jawa Timur diserap oleh Nestle, dan sekitar 40 persen produk susu segar nasional dihasilkan oleh Jatim. Menurut Pariatmoko, Nestle berkomitmen mengembangkan Jatim sebagai daerah peternakan sapi perah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rupiah Melemah Terpapar Sentimen Lonjakan Covid-19 di China

Rupiah Melemah Terpapar Sentimen Lonjakan Covid-19 di China

Whats New
BPOM Sebut Galon Mengandung BPA Perlu Segera Dilabeli

BPOM Sebut Galon Mengandung BPA Perlu Segera Dilabeli

Whats New
Percepat Pembangunan Hunian ASN, Menteri PUPR Minta Tambahan Anggaran Rp 12,7 Triliun

Percepat Pembangunan Hunian ASN, Menteri PUPR Minta Tambahan Anggaran Rp 12,7 Triliun

Whats New
Kementan Dukung Pembangunan RJIT Sepanjang 155 Meter di Pariaman Timur

Kementan Dukung Pembangunan RJIT Sepanjang 155 Meter di Pariaman Timur

Whats New
Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta 2023 Jadi Rp 4,9 Juta

Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta 2023 Jadi Rp 4,9 Juta

Whats New
Mendag Minta UMKM Ikuti Tren Ekonomi Digital dan Ekonomi Hijau

Mendag Minta UMKM Ikuti Tren Ekonomi Digital dan Ekonomi Hijau

Whats New
Nilai Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp 35,1 Triliun secara Bulanan

Nilai Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp 35,1 Triliun secara Bulanan

Whats New
Kemendag Pastikan Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tidak Berubah

Kemendag Pastikan Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tidak Berubah

Whats New
Sukses Terapkan Prinsip Industri Hijau, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan dari Kemenperin

Sukses Terapkan Prinsip Industri Hijau, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan dari Kemenperin

Whats New
GoPay Jadi Dompet Digital dengan Pengguna Terbanyak, Ini Faktor Pendorongnya

GoPay Jadi Dompet Digital dengan Pengguna Terbanyak, Ini Faktor Pendorongnya

Whats New
IHSG Tumbuh 6,82 Persen, OJK: Masih Tertinggi di ASEAN

IHSG Tumbuh 6,82 Persen, OJK: Masih Tertinggi di ASEAN

Whats New
Digitalisasi Asuransi, Solusi Meningkatkan Penetrasi Asuransi Jiwa di Indonesia

Digitalisasi Asuransi, Solusi Meningkatkan Penetrasi Asuransi Jiwa di Indonesia

BrandzView
PLN Hanya Gunakan 57 Persen Dana PMN Tahun Ini

PLN Hanya Gunakan 57 Persen Dana PMN Tahun Ini

Whats New
Survei InsightAsia: 71 Persen Masyarakat Gunakan Dompet Digital, GoPay di Posisi Pertama

Survei InsightAsia: 71 Persen Masyarakat Gunakan Dompet Digital, GoPay di Posisi Pertama

Whats New
IHSG Ditutup di Zona Merah, GOTO, BUKA, dan MDKA Ambles Lebih dari 6 Persen

IHSG Ditutup di Zona Merah, GOTO, BUKA, dan MDKA Ambles Lebih dari 6 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.