Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

YLKI: Merpati Sejenis Jangan Terbang Dulu

Kompas.com - 09/05/2011, 10:26 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta pesawat Merpati jenis MA-60 yang sejenis dengan pesawat yang jatuh di Kaimana, Papua Barat, Sabtu (7/5/2011), diaudit dan tidak terbang dulu.

Hal tersebut perlu dilakukan jika ternyata pesawat yang diproduksi oleh Xian Aircraft Industry Co. Ltd. (XAC), China, itu memang benar belum memiliki lisensi internasional yang dikeluarkan Federal Aviation Administration (FAA).

"Perlu dilihat background pesawat itu. Jelas itu dari sisi lisensi belum laik terbang jika memang belum memiliki lisensi FAA, seperti yang dikemukakan Jusuf Kalla," sebut Tulus kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (9/5/2011).

Menurut Tulus, lisensi menjadi yang paling penting. Dan, jika ini terbukti benar, 10 pesawat Merpati yang sama (berjenis MA-60) harus di-grounded (tidak boleh terbang) untuk dilakukan audit. Hal tersebut harus dilakukan Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Regulasi, kan, sifatnya harus internasional," ungkapnya menanggapi lisensi yang dimiliki pesawat hanya dari otoritas penerbangan China, Civil Aviation Administration of China, dan otoritas penerbangan Indonesia, bukan dari lisensi internasional FAA. Hal itu mengingat umumnya lisensi dari FAA dipakai sebagai rujukan karena berlaku di seluruh dunia. 

Selain itu, ia menyebutkan, pihak Merpati harus memberikan ganti rugi, baik materil dan imateril, kepada korban. Korban tewas mencapai 25 orang, terdiri dari 18 orang dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, 2 pramugari, pilot, dan kopilot.

"Pihak Merpati harus memberikan ganti rugi yang setimpal selain asuransi Jasa Raharja. Tetapi bukan hanya materil. Imateril juga termasuk," tegasnya.

Bantuan tersebut, menurut Tulus, bias berupa pembiayaan pendidikan anak jika ayahnya, sebagai kepala keluarga, menjadi korban kecelakaan yang terjadi di perairan Kaimana itu.

Untuk diketahui, hingga kini kecelakaan yang merenggut nyawa 25 penumpang pesawat MA-60 belum diketahui penyebabnya. Kotak hitam telah ditemukan dan sedang dalam pengusutan KNKT.

Pesawat buatan China ini dibeli Merpati sebanyak 15 buah dengan dana yang dikucurkan melalui sub-loan agreement sekitar 232 juta dollar AS.

Kecelakaan yang terjadi Sabtu lalu merupakan kecelakaan kedua dan yang terparah dari jenis pesawat ini di Indonesia. Sebelumnya, pesawat pernah tergelincir sebelum lepas landas di Bandara El-Tari, Kupang, NTT, pada 19 Februari 2011.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [KURASI KOMPASIANA] Merencanakan Program Hamil, Istri Perlu Resign?

    [KURASI KOMPASIANA] Merencanakan Program Hamil, Istri Perlu Resign?

    Work Smart
    Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

    Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

    Whats New
    Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat Aplikasi JMO dengan Mudah

    Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat Aplikasi JMO dengan Mudah

    Whats New
    Akhir Pekan, Stasiun Tanah Abang Jadi Tujuan Utama Pengguna Commuterline

    Akhir Pekan, Stasiun Tanah Abang Jadi Tujuan Utama Pengguna Commuterline

    Rilis
    Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

    Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

    Whats New
    Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

    Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

    Whats New
    Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

    Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

    Whats New
    Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

    Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

    Whats New
    Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

    Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

    Work Smart
    Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

    Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

    Whats New
    Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

    Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

    Spend Smart
    IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

    IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

    Whats New
    Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

    Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

    Whats New
    KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

    KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

    Whats New
    Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

    Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

    Whats New
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+