Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyelenggara: Itu Hanya Sebatas Edukasi

Kompas.com - 08/10/2011, 15:30 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Tejbhan Lakhiani dari PT Vicniks International, selaku penyelenggara (event organizer) pelatihan finansial Get Super Rich Trading Instant FX Profits, mengaku, pelatihan tersebut hanya sebatas edukasi.

"Ini sebagai contoh. Nanti kalau kamu ikut seminar, belajarnya begini, begini," ujar Tejbhan, di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Sabtu (8/10/2011). Ia pun mengemukakan, peserta dapat mendaftar seminar lanjutannya setelah melihat apa yang dicontohkan dari pelatihan tersebut. "Kalau nggak minat ya mereka pulang," ujar dia.

Peserta pun tidak membayar atau gratis mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu-Minggu (8-9 Oktober 2011) ini. Untuk seminar lanjutan yang direncanakan selama tiga hari, dia menuturkan, peserta akan dikenai biaya. "Tiga hari ini kan lebih mendetail," sebut Tejbhan.

Jadi, Tejbhan mengaku, kegiatan selama dua hari ini semacam open house untuk kegiatan selanjutnya. Ia juga belum mengetahui adanya UU Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, yang secara tegas mengatur penawaran kontrak-kontrak baik melalui seminar maupun workshop.

"(Kalau) memang harus izin dulu. Ya, kami berhenti dulu. Saya urus izin dulu. Udah ada izin, baru mulai lagi, kalau boleh," ujarnya.

Untuk diketahui saja, Bappebti melakukan penyergapan terhadap kegiatan pelatihan finansial tersebut pada Sabtu siang. Penyergapan dilakukan karena penyelenggaraan pelatihan, baik PT Vicniks International selaku event organizer, dan PowerUp Capital selaku pihak yang mengadakan kegiatan edukasi finansial ini tidak memiliki izin usaha dan penyelenggaran kegiatan. Penyergapan ini dilakukan untuk pertama kalinya oleh Bappebti. Sebelumnya, pemerintah hanya sebatas menyurati tempat penyelenggaraan pelatihan.

"Kegiatan-kegiatan seperti ini biasanya untuk mencari nasabah," ujar Kepala Biro Hukum Bappebti Alfons Samosir, di tempat yang sama.

Menurut Alfons, kedua pihak telah melanggar UU No 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, yang secara tegas mengatur penawaran kontrak-kontrak baik melalui seminar ataupun workshop. Ancaman hukuman berdasarkan UU tersebut, yaitu 5 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+