Jejak Widjojo Nitisastro

Kompas.com - 09/03/2012, 11:37 WIB
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com Prof Dr Widjojo Nitisastro dikenal sebagai arsitek utama perekonomian Orde Baru. Bersama  Ali Wardhana, JB Sumarlin, Emil Salim, dan Sadeli, Widjojo dianggap sebagai pengarah perekonomian Indonesia masa Presiden Soeharto.

Widjojo diangkat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional periode 1971-1973 dan Menko Ekuin sekaligus merangkap sebagai Ketua Bappenas pada periode 1973-1978 dan 1978-1983. Saat memimpin Bappenas, ia membuat perencanaan ekonomi secara makro, maka lahirlah Rencana Pembangunan Lima Tahun alias Repelita. Peranannya yang sangat kuat membuat kebijakan ekonomi saat itu kental dengan sebutan "Widjojonomics".   

Widjojonomics disebut-sebut merupakan pandangan bahwa dalam menghadapi kekuatan monopolis ekonomi negara maju, negara berkembang hanya bisa memproduksi barang yang memiliki keunggulan komparatif yang kurang diminati negara maju, misalnya tekstil dan produk-produk lain yang kurang memiliki kandungan teknologi maju.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada dekade 1980-an dan 1990-an yang rata-rata melaju 8 persen per tahun dinilai sebagai hasil dari Widjojonomics. Bank Dunia pun menyebut Indonesia sebagai "One of the Asian Miracles".

Sementara oleh para pengkritiknya, Widjojo disebut-sebut lebih menekankan pada aspek pertumbuhan dan pasar bebas. Ia dan beberapa ekonom lainnya yang lulusan University of California at Berkeley pun dituduh sebagai Mafia Berkeley yang dibentuk oleh CIA untuk menanamkan paham ekonomi liberalisme di Indonesia.

Pengaruh Widjojo mulai melemah pada era kepemimpinan Habibie, yang pemikiran ekonominya bertentangan dengan perekonomian Widjojo. Muncullah istilah "Habibienomics Vs Widjojonomics". Dalam dua mazhab tersebut terkandung pertentangan antara keunggulan komparatif yang mengandalkan sumber daya alam (SDA) lawan keunggulan kompetitif yang mengandalkan sumber daya manusia.

Ketika masa Presiden Abdurrahman Wahid, Widjojo diminta untuk memimpin Tim Ekonomi Indonesia pada pertemuan Paris Club pertengahan April 2000 untuk membicarakan penjadwalan kembali pembayaran utang RI dalam periode April 2000 hingga Maret 2002 senilai 5,9 miliar dollar AS. Permintaan RI pun disetujui kelompok donor yang beranggotakan 19 negara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu peninggalan terakhir Widjojo adalah sebuah buku yang berisi kumpulan tulisan dan pidato yang diterbitkan dalam bahasa Inggris berjudul The Indonesian Development Experience: Collection of Writing and Speeches By Widjojo Nitisastro. Buku yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke-84 salah satu begawan ekonomi Indonesia ini, pada 23 September 2011, diharapkan mampu memberi kontribusi pada sejarah ekonomi dunia.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dan uraian Widjojo yang berisi pengalamannya membangun ekonomi Indonesia. Buku yang sebelumnya telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia itu menjadi makin bermakna bagi generasi muda untuk lebih mengetahui perekonomian Indonesia, khususnya selama periode 1968-1993. Karena Widjojo telah menambahkan keterangan yang menjelaskan latar belakang setiap tulisan di buku itu. Pemilihan dan penyusunan naskah untuk menjadi buku ini dilakukan secara langsung oleh Prof Widjojo Nitisastro.

Saat peluncuran buku ini, Widjojo tidak bisa menghadirinya karena sedang terbaring sakit dan tengah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Hingga pada Jumat (9/3/2012) dini hari tersiar kabar bahwa salah satu begawan ekonomi Indonesia ini telah berpulang dengan tenang. Jenazah almarhum siang ini disemayamkan di Gedung Bappenas, dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pukul 15.30. Selamat jalan, Prof....

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.