Kompas.com - 29/05/2012, 19:18 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perdagangan menyambut positif rencana penyatuan zona waktu. Langkah tersebut membuat perdagangan antardaerah lebih efisien. Para pelaku usaha tidak perlu saling menunggu akibat perbedaan waktu. Akibatnya, biaya aktivitas perdagangan bisa lebih murah.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo mengemukakan, dari sisi perdagangan, penyatuan zona waktu sangat menguntungkan. Dengan waktu sama, perdagangan bisa dilakukan secara serempak tanpa saling menunggu.

"Masyarakat di kawasan Indonesia timur tidak perlu lagi menunggu waktu untuk bertransaksi dengan pedagangan di kawasan barat. Sebaliknya, pedagang di kawasan barat juga bisa langsung bertransaksi. Selama ini, antara Barat dan Timur ada selisih waktu dua jam sehingga masing-masing harus menunggu," tutur Gunaryo, Selasa (29/5/2012), di Jakarta.

Menurut Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Syahrul R Sempurnajaya, penyatuan zona waktu juga berdampak positif bagi perdagangan komoditas. "Selama ini, masyarakat di kawasan timur harus menunggu dua jam untuk bisa mengakses transaksi secara online. Jika zona waktu disatukan, mereka bisa melakukannya secara serempak," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

    Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

    Whats New
    PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

    PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

    Whats New
    IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

    IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

    Whats New
    Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

    Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

    Whats New
    Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

    Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

    Whats New
    Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

    Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

    Whats New
    Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

    Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

    Whats New
    OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

    OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

    Whats New
    Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

    Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

    Whats New
    Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

    Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

    Whats New
    Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

    Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

    Earn Smart
    6 Perempuan Muda Ini Bakal 'Ambil Alih' Jabatan Erick Thohir

    6 Perempuan Muda Ini Bakal "Ambil Alih" Jabatan Erick Thohir

    Whats New
    Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

    Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

    Whats New
    Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

    Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

    Whats New
    Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

    Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.