Indomie Tembus Pasar Kazakhstan

Kompas.com - 31/05/2012, 00:41 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Penandatanganan kerja sama antara perusahaan bisnis asal Kazakhstan Interex Group dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan di Kazakhstan baru-baru ini menjadikan produk mi instan bakal resmi masuk pasar Kazakhstan.

Adapun besar dan banyaknya kebutuhan Indomie di negeri Kazakhstan, menurut General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana, saat ini masih dalam tahap penjajakan. Namun menurutnya, pasar di negeri tersebut cukup besar.

Dari laporan tahun 2011, kapasitas produksi mi instan ini berhasil mencapai belasan miliar bungkus per tahun. Hal tersebut menempatkan Indofood sebagai produsen mi instan terbesar di dunia. Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 11 miliar bungkus adalah produk Indomie. Dari jumlah itu, sebanyak 880 juta bungkus diekspor.

Khusus untuk mi instan, penambahan telah dilakukan terhadap kapasitas produk dari pabrik yang ada di Jakarta, Palembang, dan Semarang. Dengan demikian, kapasitas mi akan didongkrak 13 persen dari sekarang 15,7 miliar bungkus per tahun.

Menurut Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang, beberapa waktu lalu, Indomie sudah diekspor ke 80 negara di lima benua selama lebih dari 20 tahun. Indomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Hongkong, hingga Taiwan. Namun, Indomie sudah terbang jauh ribuan kilometer mulai dari wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga benua Amerika.

Untuk memenuhi permintaan di berbagai belahan dunia tersebut, Indofood tidak sekadar mendatangkan Indomie dari Indonesia. Namun, perusahaan yang dirintis oleh taipan Soedono Salim ini juga membangun pabrik di sejumlah negara lain. Misalnya di Malaysia, Indofood mempunyai perusahaan Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd yang khusus memproduksi mi instan di Malaysia.

Untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika, Indofood menjalin kontrak perjanjian dengan berbagai perusahaan di sana untuk memproduksi Indomie. Misalnya saja dengan Pinehill Arabia Food Limited (Pinehill) di Arab Arabia, De United Food Industries Limited (Duhill) di Nigeria, Salim Wazaran Brinjikji Company (Sawab) di Syria, dan Salim Wazaran Abu Elata Co (Sawata) di Mesir. (Budi Prasetyo)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.