Kompas.com - 03/07/2012, 13:02 WIB
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bank Indonesia (BI) turut terlibat dalam langkah awal persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk lembaga baru yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPBI) Agus Susanto menjelaskan, saat ini BI tengah melakukan mirroring struktur organisasi yang nantinya akan bedol desa ke OJK.

"Mirroring ini dilakukan selama dua tahun atau hingga 2014 nanti," katanya di sela-sela perayaan ulang tahun ke-59 Bank Indonesia, Selasa (3/7). Mirroring tersebut dilakukan sembari menunggu struktur pasti dari OJK sendiri, artinya masih menunggu pelantikan OJK.

Yang jelas, pada 2014 divisi pengawasan yang tadinya ada di bawah BI akan dipindah ke OJK. "Setelah itu, SDM divisi tersebut akan melakukan penugasan selama tiga tahun di OJK terhitung sejak tanggal 1 Januari 2014," tambah Agus.

Gaji dari BI

Penugasan yang dimaksud sebenarnya hanya membuat SDM di divisi tersebut pindah kantor. Bahkan, penanggungan pembayaran gaji pun masih ada di bawah BI. Setelah tiga tahun atau tepatnya di 2017, baru ada kebijakan sukarela untuk memilih antara berkarier di BI atau tetap di OJK.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ardhayadi Mitroatmodjo memastikan perpindahan karyawan BI ke OJK akan berlangsung lancar.

"Yang pindah semua dari seluruh level. Bahkan level pendukungnya pun akan kami siapkan. Seperti manajemen sumber daya manusia, administrasi dan keprotokoleran. Tentu akan ada penyesuaian tapi kalau ada komitmen pasti lancar, " papar Ardhayadi.

Saat ini, struktur yang tengah disiapkan adalah pengawasan terhadap industri keuangan secara langsung. Jika resmi terpisah, nantinya tugas bank sentral hanya mengawasi ekonomi makro prudensial seperti mengawal laju inflasi dan penetapan suku bunga acuan atau BI rate.

Sebagai catatan, gaji yang menjadi tanggung jawab BI adalah pegawai yang sebelumnya bekerja di di bank sentral. Struktur organisasi OJK nantinya dilebur dari beberapa divisi Kementerian Keuangan juga. (Anna Suci Perwitasari, Astri Kharina Bangun/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Subsidi Energi 2023 Turun Signifikan, Harga Pertalite Akan Naik?

    Subsidi Energi 2023 Turun Signifikan, Harga Pertalite Akan Naik?

    Whats New
    Angka Inflasinya Sudah Tinggi, Jokowi Minta 5 Provinsi Ini Hati-hati

    Angka Inflasinya Sudah Tinggi, Jokowi Minta 5 Provinsi Ini Hati-hati

    Whats New
    7 Uang Rupiah Baru Diluncurkan, Sri Mulyani: Di Setiap Lembarnya Terdapat Cerita dan Narasi Kebangsaan

    7 Uang Rupiah Baru Diluncurkan, Sri Mulyani: Di Setiap Lembarnya Terdapat Cerita dan Narasi Kebangsaan

    Whats New
    Rupiah Masih Tertekan, Dollar AS Kembali Tembus Rp 14.800

    Rupiah Masih Tertekan, Dollar AS Kembali Tembus Rp 14.800

    Whats New
    Simak Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Tanpa ke Kantor BPN

    Simak Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Tanpa ke Kantor BPN

    Whats New
    APJII Dorong Program Pemerataan Layanan Telekomunikasi Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia

    APJII Dorong Program Pemerataan Layanan Telekomunikasi Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia

    Whats New
    Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

    Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

    Whats New
    Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

    Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

    Whats New
    Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

    Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

    Whats New
    Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

    Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

    Whats New
    IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

    IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

    Whats New
    BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

    BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

    Whats New
    Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

    Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

    Spend Smart
    Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

    Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

    Whats New
    Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

    Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

    Work Smart
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.