Kompas.com - 02/10/2012, 12:16 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto menginginkan pemerintah segera membentuk lembaga investasi seperti Temasek Holdings di Singapura. Harapannya, lembaga tersebut mampu menjadi perusahaan investasi pemerintah.

Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto menjelaskan, lembaga investasi milik pemerintah ini diharapkan juga bisa menyelamatkan aset-aset industri khususnya keuangan di dalam negeri bila ada masalah.

"Sehingga tidak ada istilah aset-aset perbankan di dalam negeri malah dijual ke pihak asing," kata Bambang dalam sambutan Rapimnas Kadin di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Sejak 2004, Temasek memiliki banyak saham di sejumlah perusahaan besar Singapura, seperti SingTel, DBS, Singapore Airlines, PSA International, SMRT Corporation, Singapore Power, dan Neptune Orient Lines. Temasek juga memegang investasi dalam ikon masyarakat seperti Hotel Raffles dan Singapore Zoological Gardens.

Temasek juga memegang saham dalam Singapore Pools, perusahaan judi resmi satu-satunya di Singapura. Pada 4 Oktober 2004,  ia mengumumkan penutupan markas besar operasional dari Singapore Technologies dan mentransfer asetnya ke Temasek Holdings.

Sekitar setengah dari asetnya berada di luar Singapura dan ini termasuk saham di perusahaan telekomunikasi seperti Telekom Malaysia.

Temasek juga memiliki saham di beberapa institusi finansial asing seperti Bank Danamon di Indonesia dan NIB Bank di Pakistan. Temasek-linked Companies (TLC) juga memegang portofolio global yang luas, seperti kepemilikan SingTel terhadap perusahaan telekomunikasi Australia Optus.

"Kita minta Pak Presiden agar membentuk lembaga Indonesia Investment Forum seperti Temasek Singapura," tambahnya.

Dengan demikian, lembaga tersebut nantinya bisa melakukan akuisisi lembaga-lembaga asing agar kuat. Misalnya lembaga Bulog yang bisa mengakuisi lahan perkebunan di Brasil atau Pertamina yang bisa mengakuisisi lahan minyak di luar negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.