Kompas.com - 13/11/2012, 13:20 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan untuk tidak mengikuti strategi ekonomi asing dalam meningkatkan perekonomian dalam negeri. Bahkan, Indonesia dinilai memiliki strategi sendiri yang lebih cocok.

"Indonesia tidak perlu ekonomi yang berorientasi ekspor. Itu yang biasanya dipakai oleh asing, seperti Malaysia, Singapura, China, Jepang, dan sebagainya," kata Presiden saat memberikan ceramah di acara Komite Ekonomi Nasional "Penyatuan Visi Bersama Menuju Indonesia Maju 2030" di Hotel Ritz Carlton, Sudirman Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung didominasi oleh konsumsi domestik sehingga Indonesia dinilai tidak perlu mengikuti strategi ekonomi asing yang cenderung berorientasi ekspor.

Strategi ekonomi asing yang cenderung berorientasi ekspor justru malah memiliki pertumbuhan ekonomi yang stagnan, bahkan lebih minus dibandingkan dengan ekonomi yang berbasis pada domestik. Apalagi, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan daya belinya juga masih tinggi sehingga daya beli masyarakat tersebutlah yang menopang perekonomian di dalam negeri.

"Untuk bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, kita tetap akan memperkuat pasar domestik. Selain itu, kita juga akan tingkatkkan perekonomian berdimensi kewilayahan (MP3EI)," katanya.

Di sisi lain, Indonesia juga perlu meningkatkan di sisi human capital, teknologi, dan jumlah pengusaha. Di tingkat makro, pemerintah akan meningkatkan sektor fiskal dan sektor keuangan. Di tingkat global, Indonesia akan meningkatkan kerja sama yang konsisten, khususnya di ASEAN, G20, APEC, dan sebagainya.

Baca Juga:  Ekonomi Indonesia Bisa Masuk 7 Besar Dunia

Simak artikel terkait lainnya di Topik Ekonomi Indonesia Tetap Melaju

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.