Kompas.com - 29/01/2013, 16:55 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemerintah memutuskan kuota impor gula mentah tahun ini sebesar 2.265.000 ton. Jumlah tersebut lebih rendah dari tahun 2012, yakni 2,35 juta ton.

Kuota tersebut juga di bawah kebutuhan indutsri makanan dan minuman, yang diproyeksikan mencapai 2,9 juta ton. Pemerintah diminta melakukan evaluasi selama semester I, untuk memastikan kebutuhan industri terpenuhi.

Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia Suryo Alam mengatakan, delapan anggotanya telah menerima daftar kuota impor gula mentah untuk kebutuhan industri makanan dan minuman pada tahun ini.

"Kuota itu tidak mencukupi karena kebutuhan gula rafinasi industri makanan dan minuman mencapai 2,7 juta ton atau setara dengan 2,9 juta ton gula mentah," kata Suryo, Selasa (29/1/2013).

Menurut dia, impor akan dilakukan setiap semester. Pada semester I alokasi impor mencapai 60 persen dari kuota, sementara sisanya dilakukan pada semester II. "Kami minta supaya ada evaluasi pada periode semester I. Jika memang tidak mencukupi maka bisa ditambahkan di semester II," ujarnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.