Kompas.com - 03/05/2013, 13:49 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pegawai pajak bisa mendapatkan reward hingga sembilan kali gaji apabila bisa membongkar penyimpangan pajak yang dilakukan sesama rekan pegawai di Direktorat Jenderal Pajak.

Kasi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi mengungkapkan, pemberian reward itu diklaim efektif menekan fraud di institusi perpajakan. Selain reward uang, pegawai pajak juga berkesempatan memperoleh promosi jabatan hingga pelatihan di luar negeri.

"Ketentuan mengenai reward ini diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak No 22 tahun 2010. Kisaran reward bisa hingga sembilan kali gaji, meskipun dalam peraturan itu tidak secara eksplisit menyebutkan besarannya. Ini sebagai upaya Dirjen Pajak untuk menghilangkan penyimpangan," ujarnya, Jumat (3/5/2013).

Chandra menyebutkan beberapa kasus yang berhasil dibongkar melalui whistle blower sesama pegawai pajak ini di antaranya praktik penyimpangan yang dilakukan Tommy Hindratno, yang menerima uang Rp 280 juta dari James Gunarjo (advicer/staf pembukuan PT Agis Electronik), sebagai imbalan atas informasi yang diberikan terkait proses penyelesaian restitusi pajak PT Bhakti Investama Tbk (PT BHIT).

Kasus lainnya adalah penangkapan oknum pajak yang melibatkan Pargono Riyadi yang memeras pengusaha nasional, Asep Hendro. "Dalam kasus ini, ada pegawai pajak yang melaporkan adanya penyimpangan oleh pegawai pajak yang lain, dan ditindaklajuti KPK," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, gaji pegawai pajak berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 30 juta per bulan. Pegawai yang baru masuk dengan jenjang pendidikan S-1, rata-rata mendapatkan gaji antara Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per bulan.

Sementara itu, untuk pegawai level menengah memperoleh gaji antara Rp 15 juta hingga Rp 25 juta per bulan, sedangkan pegawai yang masuk kategori eselon II atau Kakanwil Pajak memperoleh Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IPO NETV, Karyawan Dapat 2,91 Persen Saham, Apa Manfaatnya?

IPO NETV, Karyawan Dapat 2,91 Persen Saham, Apa Manfaatnya?

Whats New
Anggarkan Capex Rp 247 Miliar, DRMA Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2022

Anggarkan Capex Rp 247 Miliar, DRMA Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2022

Rilis
Janji Pemerintah Jokowi Bangun Ibu Kota Baru: Hindari Utang dan Tidak Bebani APBN

Janji Pemerintah Jokowi Bangun Ibu Kota Baru: Hindari Utang dan Tidak Bebani APBN

Whats New
Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Whats New
Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Rilis
NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

Whats New
Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Whats New
Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Whats New
Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Whats New
Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Whats New
Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Whats New
Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Whats New
Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus  Rp 6,03 Triliun

Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus Rp 6,03 Triliun

Whats New
Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.