Kompas.com - 08/05/2013, 15:13 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bisa jadi makin akur dalam menjalankan bisnis. Tak murni atas kemauan keduanya, namun semua ini adalah hasil dari 'comblang' Bank Indonesia (BI) sebagai regulator perbankan.

Masih ingat interkoneksi jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dua bank di atas? Awalnya sangat alot untuk mengakurkan Bank Mandiri dan BCA. Tapi, atas perintah Bank Sentral, awal tahun 2012 menjadi sejarah besar bagi keduanya karena mau tersambung.

Peristiwa besar tersebut kemungkinan akan terulang. Kali ini di jaringan electronic money (e-money). Bagaimana pun, Mandiri dan BCA memiliki andalan masing-masing, sekaligus memonopoli jaringan tersebut.

Mandiri dengan e-Toll card di pintu jalan tol Jasa Marga dan BCA Flazz di jaringan parkir milik Secure Parking. Melihat persaingan dua raksasa keuangan ini yang tak menguntungkan nasabah, Gubernur BI Darmin Nasution langsung turun tangan.

Yang pertama kali kena semprit BI adalah e-Toll card Mandiri karena dianggap memonopoli dan mengakibatkan antrean panjang di jalan tol. "Dua sampai tiga tahun sudah cukup (bagi Mandiri) menikmati itu (e-Toll card). Pintu tol itu bukan tempat orang bermacet-macet. Memang untuk kemacetan ada masalah yang lebih struktural, tapi paling tidak bisa mengurangi kemacetan di pintu tol," sindir Darmin, Senin (6/5).

Mandiri pun langsung takluk dan bersedia mengakhiri monopoli tersebut. Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, mau menuruti permintaan wasit perbankan itu asalkan bertahap dan melalui beberapa syarat.

Pertama, kesempatan diberikan untuk kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). "Kalau anggota Himbara akan kami pertimbangan," kata Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, Mandiri juga membuka peluang bagi BCA untuk masuk ke e-toll. "Tapi dengan syarat, BCA mau berbagi bisnis e-money yang menguasai parkir dan pembayaran," tandas Budi.

Tak cukup itu saja, Bank Mandiri mematok syarat bahwa transaksi Flazz BCA harus imbang dengan e-toll Mandiri yang rata-rata 9 juta per bulan. Syarat yang ditetapkan tak main-main memang. Wajar saja, karena bank pelat merah ini telah merogoh kocek untuk investasi e-toll sebesar Rp 40 miliar - Rp 50 miliar per tahun.

Mandiri juga mengenakan pembayaran komisi atau fee bagi bank yang ingin masuk ke e-toll, karena kontrak kerja sama berlangsung secara eksklusif selama 10 tahun dengan Jasa Marga. "Akan ada fee yang dikenakan ke bank lain karena investasi kami sudah ratusan miliar, untuk branding dan infrastruktur," jelas Budi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.