Kompas.com - 19/06/2013, 10:45 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Josephus PrimusMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui susahnya Karen Agustiawan menjadi Direktur Utama PT Pertamina Persero. Bagaimana tidak, untuk mengurus BUMN perminyakan dan gas tersebut, tugasnya begitu banyak.

Dahlan menceritakan bagaimana susahnya Pertamina untuk melakukan impor minyak. Sementara itu, uang untuk mengimpor minyak tersebut masih tertahan oleh negara.

"Susah memang menjadi Dirut Pertamina. Bayangkan saja, perusahaan yang tagihannya Rp 25 triliun tidak bisa masuk. Pertamina harus keluar uang terus untuk impor minyak. Sementara, oleh negara belum dibayar," kata Dahlan saat ditemui di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Dahlan menjelaskan, sebenarnya uang untuk Pertamina dari negara dalam membeli minyak tersebut sudah ada, tetapi masih tertahan di kas negara. Sementara itu, Pertamina sendiri harus segera mendistribusikan minyak ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar ketersediaan pasokan terus terjaga.

"Orang bisa marah kalau SPBU kosong. Tapi Pertamina kalau beli minyak (dari luar negeri), uangnya tidak ada. Mending untung Rp 1 triliun tapi uang ada daripada untung Rp 25 triliun tapi uang tidak ada," katanya.

Dahlan juga menceritakan bagaimana Pertamina kesusahan untuk melakukan pengeboran geotermal. Sebab, pengeboran itu memerlukan investasi yang besar.

"Itu yang banyak pengusaha tidak berani, kecuali pengusaha kuat," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk melakukan pengeboran geotermal tersebut, Pertamina akan menggandeng perusahaan dari Jepang. Proses pemilihan perusahaan ini juga melalui proses tender.

"Karena uang Pertamina banyak yang nyangkut di pemerintah, makanya harus menggandeng partner. Sebab, akan mengganggu keuangan bila dananya terus tidak ada," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.