Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Armada Baru Citilink Layani Lima Rute Mudik

Kompas.com - 19/06/2013, 15:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Armada baru maskapai Citilink dipastikan melayani sejumlah rute mudik tahun ini.

Rencananya, armada Airbus A320 milik anak usaha Garuda Indonesia tersebut bakal melayani lima rute mudik yaitu Jakarta-Bengkulu, Jakarta-Jambi, Jakarta-Semarang, Surabaya-Balikpapan, dan Surabaya-Denpasar.

“Beroperasinya Airbus A320 terbaru ini akan memperkuat armada kami dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat Indonesia, khususnya di lima rute ini. Kami yakin Citilinkers akan memiliki pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan menyenangkan, khususnya saat libur sekolah dan musim mudik tahun ini,” kata Aristo Kristandyo, VP Marketing & Communication PT Citilink Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/6/2013).

Kehadiran Airbus A320 terbaru ini menggantikan operasional Boeing 737. Citilink memiliki 22 pesawat Airbus A320 dan selanjutnya akan menggunakan armada Airbus A320 untuk seluruh penerbangannya.

Airbus A320 adalah jenis pesawat penumpang komersial jarak dekat sampai menengah yang diproduksi oleh Airbus. Pesawat yang memiliki single aisle ini merupakan pesawat penumpang pertama dengan sistem kendali fly-by-wire digital, yakni pilot mengendalikan penerbangan melalui penggunaan sinyal elektronik. Airbus A320 adalah satu-satunya kelompok pesawat berbadan sempit (narrow-body) yang diproduksi Airbus di Toulouse, Prancis.

Pesawat yang memiliki kapasitas 180 penumpang ini memiliki sebuah ECAM (Electronic Centralised Aircraft Monitor/Monitor Pesawat Elektronik Terpusat) yang memberikan informasi kepada awak pesawat mengenai semua sistem di dalam pesawat. ECAM juga menyediakan peringatan otomatis terhadap kerusakan sistem dan memperlihatkan daftar elektronik untuk membantu mengatasi kerusakan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kehabisan Tiket Kereta? Coba Fitur Access by KAI Ini

Kehabisan Tiket Kereta? Coba Fitur Access by KAI Ini

Spend Smart
Harga Saham BBRI 'Nyungsep' 5 Persen, Investor 'Buy' atau 'Hold'?

Harga Saham BBRI "Nyungsep" 5 Persen, Investor "Buy" atau "Hold"?

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di BCA Mobile

Cara Hapus Daftar Transfer di BCA Mobile

Work Smart
Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketegangan Dunia

Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketegangan Dunia

Whats New
Bantu Industri Hadapi Risiko Geopolitik, PGN Bakal Bangun Hub Optimalkan LNG Lintas Negara

Bantu Industri Hadapi Risiko Geopolitik, PGN Bakal Bangun Hub Optimalkan LNG Lintas Negara

Whats New
Mendag Musnahkan 27.078 Ton Produk Baja Ilegal Milik PT Hwa Hook Steel

Mendag Musnahkan 27.078 Ton Produk Baja Ilegal Milik PT Hwa Hook Steel

Whats New
Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Perbankan Tumbuh pada Kuartal I-2024

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Perbankan Tumbuh pada Kuartal I-2024

Whats New
Bangun Ekosistem Hunian Terintegrasi Internet, Perumnas Gandeng Telkomsel

Bangun Ekosistem Hunian Terintegrasi Internet, Perumnas Gandeng Telkomsel

Whats New
Kalog Express Layani Pengiriman 3.186 Ton Barang Selama Lebaran 2024

Kalog Express Layani Pengiriman 3.186 Ton Barang Selama Lebaran 2024

Whats New
Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga

Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga

Whats New
Temukan Jaringan Narkotika di Tangerang, Bea Cukai dan BNNP Banten Musnahkan 21 Kg Sabu

Temukan Jaringan Narkotika di Tangerang, Bea Cukai dan BNNP Banten Musnahkan 21 Kg Sabu

Whats New
Dorong UMKM 'Go Global', Pertamina Kembali Gelar UMK Academy 2024

Dorong UMKM "Go Global", Pertamina Kembali Gelar UMK Academy 2024

Whats New
Mata Uang Polandia Bukan Euro meski Gabung Uni Eropa, Apa Alasannya?

Mata Uang Polandia Bukan Euro meski Gabung Uni Eropa, Apa Alasannya?

Whats New
Bersinergi Bersama, Bea Cukai dan BNN Usut Tuntas 4 Kasus Peredaran Sabu dan Ganja di Jateng

Bersinergi Bersama, Bea Cukai dan BNN Usut Tuntas 4 Kasus Peredaran Sabu dan Ganja di Jateng

Whats New
Dana Asing Rp 29,73 Triliun Cabut dari Indonesia, Ini Kata Sri Mulyani

Dana Asing Rp 29,73 Triliun Cabut dari Indonesia, Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com