Kompas.com - 23/06/2013, 16:23 WIB
Pengunjung melintas di dekat monitor yang menunjukkan perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (21/1/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPengunjung melintas di dekat monitor yang menunjukkan perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (21/1/2013).
EditorErlangga Djumena

TOKYO, KOMPAS.com - Mayoritas indeks acuan di kawasan regional, di luar bursa Jepang, tergerus pada pekan lalu. Jika dibandingkan, pasar saham Indonesia mencatatkan penurunan terburuk.

Mengutip situs Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific di luar indeks Jepang turun 4,5 persen menjadi 420,30. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar sejak Mei tahun lalu.

Sementara, jika indeks acuan Jepang juga dimasukkan dalam hitungan, penurunannya mencapai 4,1 persen, penurunan mingguan terbesar sejak 15 Maret 2011.

Sementara itu, pada periode yang sama, indeks Hang Seng Hongkong turun 3,4 persen. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 3,5 persen, indeks S&P/ASX 200 turun 1,1 persen, indeks Straits Times Singapura turun 1,2 persen, indeks Taiex Taiwan turun 1,8 persen, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,2 persen.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Asia. Beberapa di antaranya yakni Samsung Electronic Co yang turun 3,2 persen di Seoul dan  Agricultural Bank of China Ltd turun 8,6 persen di Hongkong.

Adapun salah satu faktor yang bikin wajah bursa Asia muram adalah sentimen the Federal Reserve terkait pengurangan nilai program quantitative easing pada akhir tahun ini. Kondisi itu menyebabkan dollar AS semakin diminati.

"Adanya pengetatan kebijakan berarti kondisi perekonomian AS semakin menguat. Jika perekonomian AS benar-benar kuar, kinerja emiten juga membaik. Namun, itu bukan kasusnya. ITu sebabnya pasar jatuh," papar Khiem Do, head of Asian multi-asset strategy Baring Asset Management Ltd yang berbasis di Hongkong. (Barratut Taqiyyah)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.