Dituntut Masyarakat, PAM Jaya Minta Perlindungan Hukum

Kompas.com - 24/06/2013, 19:48 WIB
Para ibu dan anak binaan Komunitas Ciliwung Bersih melihat proses pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air bersih Ipal Pejompongan 1, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Kunjungan tersebut adalah bagian dari kegiatan Palyja untuk menyambut peringatan Hari Air.

KOMPAS/LASTI KURNIAPara ibu dan anak binaan Komunitas Ciliwung Bersih melihat proses pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air bersih Ipal Pejompongan 1, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Kunjungan tersebut adalah bagian dari kegiatan Palyja untuk menyambut peringatan Hari Air.
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com — PT Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Khusus Ibukota Jakarta (PAM Jaya) meminta perlindungan hukum dan keadilan atas gugatan yang diajukan oleh masyarakat terkait dengan swastanisasi air minum, yang saat ini tengah ditangani Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Gugatan tersebut menempatkan PAM Jaya bersama-sama dengan presiden, wakil presiden, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, DPRD Provinsi DKI Jakarta, serta dua perusahaan swasta PT PAM Lyonnaise Jaya (PT Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra) sebagai tergugat.

Kuasa hukum PT PAM Jaya, Abdul Fickar Hadjar dari kantor pengacara WSA Law Firm, dalam siaran pers Senin (24/6/2013) menjelaskan, proses hukum yang cepat akan lebih baik. Dengan demikian, dapat segera diperoleh kepastian hukum dalam pelaksanaan kerja sama antara PAM Jaya dan mitra swasta, yaitu PT Palyja dan PT Aetra.

"Pada prinsipnya, kami meminta perlindungan hukum dan keadilan untuk gugatan yang substansi perkaranya belum dipersidangkan agar segera diputuskan di PN Jakarta Pusat. Hal ini akan menciptakan kepastian hukum," kata Fickar, Senin (24/6/2013).

Menurutnya, dengan adanya keputusan dari PN pusat, penggugat sebagai warga negara dan konsumen air Jakarta dapat melihat dengan jelas akibat dari perjanjian kerja sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.