Kompas.com - 27/06/2013, 17:20 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji akan memangkas jumlah perizinan investasi di sektor minyak dan gas bumi yang saat ini terlalu banyak dan rumit.

Menteri ESDM Jero Wacik mencontohkan, saat ini terdapat 21 perizinan pengelolaan migas di Kementerian ESDM. Oleh karena itu, dia ingin menyederhanakan untuk menjadi satu izin saja.

"Saat ini terlalu banyak perizinan. Di Kementerian ESDM juga banyak, dan akan disederhanakan sesuai arahan Presiden SBY," kata Jero, di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Dia mencontohkan, untuk investasi migas dalam hal eksplorasinya saja memerlukan 21 izin usaha, dan setidaknya butuh waktu dua tahun. Dengan lamanya proses izin tersebut, tentu saja investor akan berpikir ulang untuk berinvestasi di dalam negeri.

Terlebih, kondisi ini diperparah dengan berbagai perizinan di daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Perizinan ini akan disinkronisasikan oleh undang-undang agar lebih sederhana, sehingga investor lebih mudah berinvestasi.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya. Karena pernah ada kasus, selama dua tahun, investor tidak selesai mengurus perizinan walaupun izin migas sudah keluar dari ESDM," kata Jero.

Sekedar informasi, penyederhanaan investasi ini merupakan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada jajaran pemerintah, khususnya pemerintah daerah, untuk memperbaiki birokrasi perizinan usaha di daerah masing-masing.

Penyederhanaan perizinan, kata Presiden, sangat diperlukan untuk peningkatan investasi di Indonesia. Di tengah resesi ekonomi dunia, ekspor Indonesia cenderung menurun seperti yang dialami negara lain.

Melihat situasi itu, kata dia, investasi perlu menjadi andalan utama untuk menyokong pertumbuhan ekonomi. Apalagi Indonesia masih menjadi prioritas investasi di dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.