Kompas.com - 01/07/2013, 11:42 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013). Pemerintah terus membahas langkah yang akan diambil untuk mengurangi subsidi bahan bakar yang membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara. KOMPAS/PRIYOMBODO KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013). Pemerintah terus membahas langkah yang akan diambil untuk mengurangi subsidi bahan bakar yang membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara. KOMPAS/PRIYOMBODO
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2013 sebesar 1,03 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibanding inflasi Juni 2008 sebesar 2,46 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, kondisi inflasi Juni cenderung tinggi. Apalagi pada 22 Juni 2013 lalu, pemerintah telah mengumumkan kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Namun karena pengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi ini belum penuh, makanya inflasi sedikit terkendali. Bahkan lebih rendah dibanding inflasi 2008 dengan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi yang sama saat itu," kata Suryamin saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Suryamin menambahkan, kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi ini setidaknya akan berpengaruh pada bulan Juli 2013. Sebab, efek kenaikan harga BBM bersubsidi hanya mengontribusikan efek selama seminggu ke inflasi Juni 2013.

Berdasarkan data BPS, inflasi Juni 2013 ini memang sedikit lebih rendah dibanding inflasi Juni 2008. Namun dibanding tahun yang lain, inflasi tersebut masih lebih tinggi karena kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi ini. Untuk inflasi Juni 2009 tercatat 0,11 persen, Juni 2010 tercatat 0,97 persen, Juni 2011 sebesar 0,55 persen dan inflasi Juni 2012 sebesar 0,62 persen.

Sementara inflasi tahun kalender 3,35 persen, inflasi tahunan (yoy) 5,9 persen, inflasi komponen inti Juni 2013 0,32 persen dan inflasi inti (yoy) 3,98 persen.

"Untuk inflasi tahunan ini memang masih tinggi, namun masih lebih rendah dibanding inflasi tahunan di 2008," tambahnya.

Inflasi tahunan 2008 mencapai 11,03 persen, tahun 2009 sebesar 3,65 persen, 5,05 persen (2010), 5,54 persen (2011) dan 4,53 persen (2012). Dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi terjadi di 65 kota IHK dan 1 kota IHK terjadi deflasi.

Inflasi tertinggi di Sibolga 1,96 persen dan Depok 1,79 persen. Inflasi terendah di Gorontalo 0,11 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Ambon sebesar 0,15 persen.

Sementara inflasi tahunan ini tertinggi di Tarakan sebesar 9,8 persen dan terendah di Ambon 1,7 persen. "Deflasi yang terkendali di Ambon ini karena produksi ikan Cakalang yang banyak," tambahnya.

Sementara kontribusi inflasi Juni 2013 yaitu bahan makanan 1,17 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,67 persen, perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen, kesehatan 0,23 persen, pendidikan 0,04 persen dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 3,8 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

    Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

    Whats New
    Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

    Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

    Whats New
    Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

    Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

    Spend Smart
    Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

    Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

    Rilis
    Kinerja Telkom Diprediksi Cerah hingga Akhir Tahun

    Kinerja Telkom Diprediksi Cerah hingga Akhir Tahun

    Rilis
    Nasabah Bumiputera Bakal Demo 3 Hari, Sambangi DPR dan OJK

    Nasabah Bumiputera Bakal Demo 3 Hari, Sambangi DPR dan OJK

    Whats New
    “R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

    “R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

    Smartpreneur
    Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

    Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

    Whats New
    Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

    Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

    Whats New
    Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

    Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

    Spend Smart
     Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

    Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

    Whats New
    Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

    Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

    Whats New
    Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

    Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

    Whats New
    Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

    Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

    Spend Smart
    Kurs Rupiah terhadap Dollar AS  di 5 Bank

    Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di 5 Bank

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.