JAKARTA, KOMPAS.com —
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, andil belanja pemerintah dalam menyumbang angka pertumbuhan ekonomi relatif kecil sehingga pemerintah masih mengandalkan konsumsi domestik dan investasi untuk menjaga ketahanan perekonomian nasional.

"Pertumbuhan itu akan datang dari konsumsi 55 persen dan investasi swasta 25 persen. Andil pemerintah hanya 9 persen, tidak bisa menjadi sumber pertumbuhan," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Menurut Chatib, meskipun andil konsumsi pemerintah terhadap pertumbuhan tidak besar, pemerintah masih berupaya untuk mempercepat realisasi belanja yang hingga pertengahan tahun masih berada pada kisaran 20 persen - 30 persen.

"Realisasi belanja modal mendekati 18 persen, ini lebih baik tahun ini dibandingkan tahun lalu. Sedangkan belanja barang dan pegawai lebih rendah dibanding tahun lalu," ungkapnya.

Chatib menjelaskan, realisasi konsumsi belanja yang rendah tersebut berdampak pada defisit anggaran yang baru tercatat pada kisaran Rp 54 triliun atau sekitar 0,8 persen terhadap PDB, apalagi terjadi penurunan penerimaan negara.

"Dari segi fiskal tidak ada kekhawatiran, tapi saya ingin defisitnya lebih tinggi dan belanjanya harus jauh lebih besar. Kalau terjadi seperti ini, berarti dalam paruh kedua harus ada defisit 1,6 persen," ujarnya.

Chatib optimistis, defisit anggaran dapat mencapai asumsi yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp224,2 triliun atau 2,38 persen terhadap PDB karena penyerapan belanja meningkat menjelang akhir tahun.

"Di paruh kedua belanja lebih tinggi, karena biasanya proyek dan lelang baru mulai berjalan. Tapi, kondisi harus diperbaiki," tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat struktur PDB pada 2012 berasal dari komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 54,56 persen, pembentukan modal tetap bruto (investasi) 33,16 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 8,89 persen, ekspor 24,26 persen, dan impor 25,81 persen.

Adapun sumber pertumbuhan terbesar pada 2012 berasal dari industri pengolahan yang mencapai 1,47 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 1,44 persen serta sektor pengangkutan dan komunikasi 0,98 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.