Kompas.com - 10/07/2013, 11:42 WIB
Uci Sanusi (58) pedagang daging sapi di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur. Harga daging sapi di pasaran kini mengalami kenaikan. Selasa (9/7/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusUci Sanusi (58) pedagang daging sapi di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur. Harga daging sapi di pasaran kini mengalami kenaikan. Selasa (9/7/2013).
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Suswono membantah, pihaknya lambat dalam importasi daging sapi, sehingga menyebabkan harga daging sapi di pasar melonjak signifikan.

"Saya sudah cek ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan tanggal 25 Juni 2013, begitu masuk dan persyaratan lengkap, kami langsung beri rekomendasi. Tidak ada kami memperlambat, kami ingin bekerja cepat," kata Suswono saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Suswono menambahkan sepanjang persyaratan rekomendasi persetujuan impor lengkap, pihak Kementerian Pertanian akan memberikan persetujuan untuk melakukan impor. Suswono membantah bila pihaknya memperlambat persetujuan impor sehingga importir terlambat mendatangkan barang dari luar negeri.

"Kami tidak ada alasan untuk memperlambat," tambahnya.

Seperti diberitakan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyalahkan Menteri Pertanian Suswono yang dinilai lambat melakukan impor daging sapi. Hatta menjelaskan, jika daging sapi sudah masuk ke pasaran, harga daging pasti harga akan turun.

"Intinya lambat. Cari tahu aja. Tanya Menteri Pertanian (Suswono) kenapa lamban rekomendasinya (impor)," ujarnya Senin (8/7/2013).

Dia mengatakan, Kementerian Pertanian seharusnya mengacu pada persediaan daging dalam negeri, selebihnya di Menteri Perdagangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dua kementerian itu kalau ada usulan dibahas di Kementerian Perekonomian. Tapi kuota dibagi ke mana, berapa besar, yang tahu kan Kementerian Pertanian," katanya.

Harga daging yang melonjak menjelang bulan Ramadhan dituding lantaran terlambatnya impor. Akhirnya, suplai barang tidak sebanding dengan kebutuhan. "Kuncinya, suplai dipercepat. Saya sudah putuskan tiga bulan lalu. Tapi lambat action-nya," kata Hatta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.