Kompas.com - 12/07/2013, 18:50 WIB
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan melakukan Sidakke Pasar Kosambi Kota Bandung, Kamis (23/5/2013). Sidak dilakukan terkait meningkatnya harga daging sapi di pasaran beberapa bulan ke belakang. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaMenteri Perdagangan Gita Wirjawan melakukan Sidakke Pasar Kosambi Kota Bandung, Kamis (23/5/2013). Sidak dilakukan terkait meningkatnya harga daging sapi di pasaran beberapa bulan ke belakang.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Daging sapi impor dari Australia yang didatangkan menggunakan pesawat terbang akan segera tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, dalam 2-3 hari mendatang.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, datangnya daging sapi impor itu diharapkan bisa menekan harga daging sapi yang saat ini di atas Rp 90.000 per kg.

"Untuk izin impor daging sapi dari Bulog sebesar 3.000 ton, rencananya 800 ton akan datang melalui Bandara Soekarno-Hatta, akan tiba 2-3 hari lagi," kata Gita, Jumat (12/7/2013).

Sementara itu, daging sapi impor milik Bulog yang akan melalui Pelabuhan Tanjung Priok baru akan tiba sebelum 25 Juli mendatang. Rencananya, jumlah daging yang diimpor tersebut sekitar 2.200 ton daging sapi dan kesemuanya akan dipenuhi untuk kebutuhan pasar Jabodetabek.

Gita juga mengakui bahwa keterlambatan pemberian izin impor dari Bulog ini karena pemerintah ingin memastikan kondisi cold storage sebelum barang datang dari luar negeri.

"Memang kami ingin yakinkan cold storage-nya aman sehingga izin dari Kementerian Pertanian lama. Tapi ini izin sudah dapat, jadi tidak masalah," tambahnya.

Sekadar catatan, Kepala Bulog Sutarto Alimoeso mengharapkan agar proses perizinan karantina untuk daging sapi di Bandara Soekarno-Hatta bisa selesai. Sebab, saat daging sapi datang, pemerintah bisa langsung memeriksa kelayakannya untuk siap didistribusikan ke pasar. "Harapannya hari ini bisa selesai," tambah Sutarto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam impor daging sapi tersebut, Bulog menganggarkan dana sekitar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar untuk membeli 3.000 ton daging sapi. Itu pun dengan perhitungan modal Rp 60.000-Rp 70.000 per kg.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.