Kompas.com - 15/07/2013, 09:55 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku salah atas kenaikan harga-harga bahan pokok dan daging sapi saat ini. Gita pun mengaku masih ada beberapa bahan pokok dengan harga yang melambung tinggi dan belum bisa dikendalikan.

"Kalau memang harga-harga melonjak ke atas, kami (Kementerian Perdagangan) mohon maaf," ujar Gita Wirjawan di penutupan Festival Jakarta Great Sale di Lippo Kemang, Minggu (14/7/2013).

Gita Wirjawan mengaku pihaknya telah bekerja maksimal dalam menekan kenaikan harga pada bahan-bahan pokok. Gita pun berharap pada Lebaran nanti, harga sudah normal kembali.

"Insya Allah bisa stabilisasi harga, kami akan melakukan beberapa langkah-langkah," ujar Gita Wirjawan.

Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk segera menstabilkan harga bahan pokok memasuki bulan puasa tahun ini. Namun, Presiden SBY menilai kerja para menteri lambat.

"Implementasinya lama. Terus terang saya sangat tidak sabar, sama dengan halnya rakyat. Saudara lihat pasar, tidak? Saudara dengarkan sosial media tidak?" ungkap Presiden SBY beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.