Tembus Rp 10.000 Per Dollar AS, BI Berkilah Masih Wajar

Kompas.com - 17/07/2013, 13:06 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) menganggap bahwa nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 10.000 per dollar AS masih wajar. Sebab, kondisi rupiah saat ini masih terimbas oleh perekonomian global yang belum pulih.

"Jadi, secara umum nilai tukar kita masih dalam kondisi yang baik, mencerminkan fundamentalnya. Kalau seandainya nilainya sedikit di atas Rp 10.000 per dollar AS, itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Agus menambahkan, dengan adanya kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI (BI Rate) menjadi 6,5 persen, pihaknya mengharapkan akan ada dana asing yang masuk ke Indonesia. Imbasnya, nilai tukar rupiah akan kembali mencerminkan fundamentalnya.

Agus memandang pelemahan rupiah selama ini memang disebabkan oleh pelemahan ekonomi global. Di sisi lain, neraca pembayaran domestik juga masih menurun sehingga menggerus nilai tukar rupiah. "Nilai tukar Rp 10.000 per dollar AS itu temporary, masih wajar," tambahnya.

Agus membandingkan bahwa di tahun 2005 dan di tahun 2008 saat pemerintah menaikkan kebijakan harga BBM bersubsidi, posisi nilai tukar rupiah juga di atas Rp 10.000 per dollar AS. Namun, posisi defisit neraca pembayarannya tidak selebar seperti saat ini.

Jika dibandingkan dengan posisi saat ini, maka depresiasi nilai tukar rupiah juga masih lebih bagus. Terlebih lagi jika hal itu dibandingkan dengan negara sekawasan. Misalnya ringgit Malaysia, peso Filipina, won Korea, rupee India, atau yuan China. Kondisi nilai tukar dari negara sekawasan tadi bahkan lebih buruk dari Indonesia.

"Jadi yang saya sampaikan, kita tidak perlu khawatir dengan nilai tukar itu. Itu sudah mencerminkan terjadinya trade yang sehat. Artinya ekspor-impor balance dan kita secara umum mengharapkan ekonomi kita ke depan bisa lebih kuat," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, BI akan menjaga nilai inflasi agar tidak terlalu membebani pelemahan rupiah. Selama ini, BI akan fokus menjaga inflasi sesuai target di akhir tahun sebesar 7,2 persen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.