Kompas.com - 21/07/2013, 23:35 WIB
Layar televisi yang menunjukkan kurs mata uang di Bank BNI Jakarta, Selasa (28/5/2013). Berdasar kurs tengah Bank Indonesia, rupiah ditutup Rp 9.810 per dollar Amerika atau melemah dibanding sehari sebelumnya Rp 9.792.
KOMPAS/HERU SRI KUMOROLayar televisi yang menunjukkan kurs mata uang di Bank BNI Jakarta, Selasa (28/5/2013). Berdasar kurs tengah Bank Indonesia, rupiah ditutup Rp 9.810 per dollar Amerika atau melemah dibanding sehari sebelumnya Rp 9.792.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI (BI rate) dinilai keliru. Pasalnya, nilai tukar rupiah terus melemah.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, kondisi nilai tukar rupiah yang di atas Rp 10.000 per dollar AS memang sesuai dengan prediksinya semula. Kebijakan kenaikan BI rate dinilai tidak efektif untuk mengangkat dari pelemahan rupiah.

"Pelaku pasar pun akhirnya menyadari bahwa kebijakan BI untuk menaikkan BI rate merupakan kebijakan yang keliru karena dilakukan di tengah perekonomian yang sedang melambat," kata Reza di Jakarta, Minggu (21/7/2013).

Reza menyadari, kondisi pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi sentimen negatif dari global, khususnya data pertumbuhan ekonomi China yang belum sesuai ekspektasi. Hal ini juga berdampak ke neraca perdagangan di tanah air. Pasalnya, China merupakan negara tujuan ekspor tertinggi dari Indonesia.

Di sisi lain, kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi juga memperlihatkan adanya kebijakan pengetatan fiskal sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Jelang pertemuan kongres The Fed, laju rupiah pun masih melemah. Pelaku pasar kembali bersikap menahan diri untuk memastikan apakah Ben Bernanke akan tetap mempertahankan stimulusnya atau menguranginya.

"Adanya pernyataan salah satu pejabat bahwa level Rp 10.000 bukanlah level psikologis, belum percayanya pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia, melambatnya ekonomi China, dan pernyataan BI bahwa inflasi Juli bisa akan lebih tinggi direspon negatif oleh pasar bahwa ekonomi masih akan terbebani dan tidak mungkin bagi BI untuk kembali menaikkan BI rate," jelasnya.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah terus melemah. Sejak awal pekan lalu, rupiah masih berada di level Rp 10.024 per dollar AS. Namun hingga akhir pekan kemarin, Jumat (19/7/2013), rupiah melemah di level Rp 10.070 per dollar AS. Hingga akhir Juni 2013, posisi nilai cadangan devisa RI merosot menjadi 98,095 miliar dollar AS, dibanding periode akhir Mei 2013 yang masih 105 miliar dollar AS.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.