Setelah 18 tahun, Akhirnya Bandara Kualanamu Segera Beroperasi

Kompas.com - 22/07/2013, 16:38 WIB
Pembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang bakal menggantikan Bandara Polonia di Medan, kini sudah hampir rampung, Selasa (9/4/2013). Bandara berkapasitas 8,1 juta penumpang itu terhubung dengan jalur akses kereta api untuk mendukung konektivitas transportasi. Total anggaran pembangunan bandara yang terserap hingga Januari 2013 mencapai Rp 4,6 triliun. KOMPAS/BM LUKITA GRAHADYARINIPembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang bakal menggantikan Bandara Polonia di Medan, kini sudah hampir rampung, Selasa (9/4/2013). Bandara berkapasitas 8,1 juta penumpang itu terhubung dengan jalur akses kereta api untuk mendukung konektivitas transportasi. Total anggaran pembangunan bandara yang terserap hingga Januari 2013 mencapai Rp 4,6 triliun.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -Siapa yang menyangka Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara yang akan dioperasikan pada 25 Juli 2013 mendatang sudah direncanakan 18 tahun yang lalu sejak kepemimpinan Presiden Soeharto.

Penetapan Bandara Kualanamu sebagai pengganti Bandara Polonia di Medan sudah ada sejak tahun 1995. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 41 Tahun 1995.

"Bandara Kualanamu ini usulan dari Pak Harto (Soeharto). Tapi pembangunannya dimulai pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," ujar Bambang S. Ervan, Kepala Humas Kemenhub di kantornya, Senin (22/7/2013).

Bambang menyampaikan alasan penundaan pembangunan tersebut karena Indonesia terkena imbas krisis ekonomi pada tahun 1997-1998. Dia bilang penetapan bandara memang sejak tahun 1995, kemudian tahun 1996 masuk dalam proses pengajuan studi kelayakan dan lainnya.

"Anggaran pembangunan tahun 1997-1998 karena krisis ekonomi. Setelah itu juga ada pasca krisis ekonomi, baru dapat anggaran kembali tahun 2007," ujar Bambang. Dia bilang anggaran pembangunan tersebut pun diajukan tahun jamak sampai tahun 2013.

Bambang menyampaikan, pengoperasian bandara pada 25 Juli 2013 tersebut nantinya baru sebatas pengoperasian bandara untuk pertama kalinya. Dia bilang, peresmian bandara tersebut akan dilakukan oleh Presiden SBY sendiri. "Kemungkinan September diresmikan setelah semua operasional berjalan lancar," jelasnya.

Sebagai informasi, bandara yang mempunyai luas 1.365 hektare (ha) ini menghabiskan total anggaran sebesar Rp 5,8 triliun. Sumber dana pembangunan ini Rp 3,3 triliun berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lewat Kemenhub dan Rp 2,5 triliun dari PT Angkasa Pura II (Persero). (Oginawa R Prayogo)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.