Kompas.com - 26/07/2013, 19:58 WIB
Gita Wirjawan KOMPAS/HERU SRI KUMOROGita Wirjawan
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan Gita Wirjawan melakukan somasi terhadap Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait tudingan terlibat kartel bawang putih pada periode Januari-Maret 2013. Pihaknya melakukan somasi pada sore tadi.

Gita menyayangkan pihak KPPU karena telah berani melontarkan tudingan, tidak hanya ke Kementerian Perdagangan, tetapi atas nama pribadinya secara langsung. Masalahnya lagi, yang menyampaikan tudingan itu bukan Ketua KPPU ataupun majelis ketua yang memimpin sidang, tetapi hanya salah satu investigator dalam sidang perkara.

"Saya dengar berita ini semalam, kita juga sudah mengirimkan somasi ke KPPU sore tadi. Kok berani-beraninya memperbolehkan salah satu investigatornya melontarkan hal-hal yang belum diputus oleh majelis ketua dan kami akan sangat siap memberi argumentasi atas tudingan apa pun," kata Gita selepas buka bersama dengan media di kantornya, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Gita menganggap tudingan yang ditujukan KPPU kepada dirinya ini juga berlebihan. Sebab, bila tudingan berupa kartel maka akan terjadi kenaikan harga bawang putih di pasar. Kenyataannya, pada periode yang ditudingkan tadi, ternyata harga bawang putih justru mengalami penurunan.

"Kita harus berikan bukti-bukti sangat bisa dipertanggungjawabkan bahwa kita tidak melakukan pelanggaran," katanya.

Terkait apakah ada kemungkinan pertemuan dengan Ketua KPPU, Gita menjelaskan bahwa hal tersebut belum dilakukan olehnya. "Seharusnya dia harus cek stafnya kok bisa seperti itu. Tanyakan dia apakah dia mau proaktif bertemu saya atau tidak," katanya.

Seperti diberitakan, KPPU menduga Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ikut terlibat dalam kartel bawang putih yang dilakukan oleh 19 importir. Saat ini, pihak KPPU baru saja merampungkan dugaan laporan pelanggaran atas kasus tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Investigator Penuntut KPPU, Muhammad Nur Rofik, mengatakan, keterlibatan Gita Wirjawan ini atas dasar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi yang memberikan perpanjangan Surat Persetujuan Impor (SPI) kepada 14 importir terdaftar (IT) untuk melakukan importasi bawang putih pada periode Januari-Maret 2013. Padahal, perpanjangan SPI ini justru merugikan pihak importir lain yang akan melakukan kegiatan serupa.

Atas hal ini, KPPU menduga Gita Wirjawan melanggar ketentuan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli. "Meski perpanjangan SPI ini justru tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30/M/Mendag/PER/V/2012," kata Nur Rofik saat sidang perkara di kantor KPPU Jakarta, Rabu (24/7/2013).

Masalahnya, kata Nur Rofik, dokumen perpanjangan SPI ini ditandatangani oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi atas nama Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. "Artinya, Gita Wirjawan otomatis menyetujui dan atau setidaknya mengetahui tindakan dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri atas perpanjangan SPI," tambahnya.

Adapun ke-14 importir terdaftar yang diduga terlibat dalam kartel bawang putih ini ialah CV Bintang, CV Karya Pratama, CV Mekar Jaya, CV Mahkota Baru, CV Dakai Impex, PT Dwi Tunggal Buana, PT Dika Daya Tama, PT Mulya Agung Dirgantara, PT Sumber Alam Jaya Perkasa, PT Tritunggal Sukses, PT Tunas Sumber Rejeki, CV Mulya Agro Lestari, PT Lintas Buana Unggul, dan PT Tunas Utama Sari Perkasa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.