Kompas.com - 29/07/2013, 19:51 WIB
Ilustrasi: PT Semen Indonesia hari ini, Jumat (25/1/2013), meresmikan pabrik pengemasan baru di Sorong, Papua Barat. KOMPAS/HERPIN DEWANTOIlustrasi: PT Semen Indonesia hari ini, Jumat (25/1/2013), meresmikan pabrik pengemasan baru di Sorong, Papua Barat.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia Tbk sepanjang semester I-2013 berhasil membukukan laba bersih Rp 2,57 triliun atau naik sebesar 21,52 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,11 triliun.

Dalam keterangan resminya, Senin (29/7/2013), manajemen Semen Indonesia menjelaskan bahwa pendapatan tersebut diperoleh dari kenaikan pendapatan sepanjang 6 bulan pertama tahun ini sebesar 32,02 persen menjadi Rp 11,42 triliun dari Rp 8,65triliun pada setahun sebelumnya.

Di sisi lain, perseroan juga mencatatkan kenaikan beban bunga sebesar 1164,5 persen menjadi Rp 154,4 miliar, dari periode yang sama tahun lalu Rp 12,21 miliar.

Pendapatan perseroan didukung oleh penjualan semen yang tercatat sebesar 12,23 juta ton per Juni 2013. Jumlah itu meningkat 18,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 10,32 juta ton.

Penjualan Semen Indonesia mencakup ke pasar domestik sebesar 12,14 juta ton dan ke pasar ekspor 0,09 juta ton.

“Peningkatan penjualan Semen Indonesia yang melampaui pertumbuhan industri didukung oleh beroperasinya Pabrik Tuban IV dan Tonasa V dan semakin solidnya sinergi khususnya di bidang marketing dan distribusi di Semen Indonesia Group, sehingga market share domestik kami mampu meningkat menjadi 43,6 persen dari tahun lalu sebesar 40,9 persen,” ujar Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto.

Saat ini perseroan berupaya untuk mengembangkan bisnisnya ke berbagai negara. Setelah melakukan ekspansi bisnis ke Vietnam, kini BUMN semen ini siap masuk ke Myanmar untuk menggarap pasar ekspor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dwi Soetjipto beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa perseroan fokus menggarap pasar lokal Myanmar dan pasar ekspor.

"Rencananya bikin pabrik berkapasitas 1 juta ton untuk ekspor ke Bangladesh dan Timur Tengah," jelas Dwi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.