Kompas.com - 31/07/2013, 16:55 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - G-Resource, perusahaan pertambangan yang mengelola Tambang Emas Martabe di Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara, membukukan pendapatan perusahaan selama kuartal kedua 2013 sebesar 98,5 juta dollar AS.

Perolehan kinerja itu ditopang oleh produksi emas dan perak. Presiden Direktur G-Resources Tambang Emas Martabe, Peter Albert, dalam keterangan pers Rabu (31/7/2013), menyatakan, perusahaan itu mampu berproduksi di atas kapasitas rancang desain dan merevisi panduan target perusahaan itu sepanjang tahun ini.

Hal ini menunjukkan berbagai efisiensi operasional yang berhasil dicapai sejak kami memulai uji coba produksi hanya dalam jangka waktu 12 bulan terakhir.

“Kami bangga dengan pencapaian kinerja yang tinggi dan dedikasi tim kami selama tahun pertama ini. Kami akan bergerak terus mengembangkan Martabe menjadi salah satu tambang emas terkemuka di Asia,” ujarnya.

Manager Senior Komunikasi Korporat G-Resource Katarina Hardono, menyatakan, hasil produksi G-Resource kuartal kedua di masa operasi penuh  mencapai 70.212 ounce emas dan 382.320 ounce perak.

Katarina menjelaskan, pengeluaran biaya di bawah patokan anggaran dan akan terus diturunkan. Biaya tunai operasional turun menjadi  510 dollar AS per ounce selama kuartal ini, karena aktivitas penambangan dan pabrik pengelolaan bijih telah melampaui target produksi.

Seiring dengan peningkatan hasil produksi yang signifikan sejak kuartal sebelumnya, perusahaan merevisi panduan target produksi emas yang akan dihasilkan di tahun 2013 menjadi 280.000 ounce, atau melebihi target sebelumnya 250.000 ounce.

“Satu tahun yang menandai penuangan emas pertama diperingati pada 24 Juli 2013 yang lalu,” ujarnya.

Sejak uji coba produksi dimulai pada 24 Juli 2012, Tambang Emas Martabe telah menghasilkan lebih dari 200.000 ounce emas dan hampir 1 juta ounce perak, sangat jauh melampaui harapan.

Pendapatan yang diperoleh G-Resources dari penjualan emas dan perak selama kuartal kedua ini mencapai 98,5 juta dollar AS.

Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 kilometer persegi, di bawah Kontrak Karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997.

Tambang Emas Martabe kini telah memiliki sumberdaya 8,05 juta oz emas dan 77 juta oz perak dan ditargetkan mulai berproduksi pada awal 2013, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.

Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95 persen, dan pemegang 5 persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 70 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen dimiliki oleh Pemerintah Propinsi Sumatra Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Spend Smart
Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Whats New
Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Work Smart
Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV,  XXI, dan Cinepolis

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis

Spend Smart
Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Whats New
Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.