Kompas.com - 01/08/2013, 16:46 WIB
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Rekayasa Industri. Berdiri sejak 1981, PT Rekayasa Industri menjadi pionir bidang engineering, procurement, construction (EPC). Pada pameran BUMN Innovation Expo & Award di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta pada 27-30 Juni 2013, perusahaan mendapat penghargaan The Best Corporate Innovation Culture & Management (Silver Level) dari Kementerian BUMN. Josephus PrimusBadan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Rekayasa Industri. Berdiri sejak 1981, PT Rekayasa Industri menjadi pionir bidang engineering, procurement, construction (EPC). Pada pameran BUMN Innovation Expo & Award di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta pada 27-30 Juni 2013, perusahaan mendapat penghargaan The Best Corporate Innovation Culture & Management (Silver Level) dari Kementerian BUMN.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com -Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTG) Ulubelu terletak di Tanggamus, Provinsi Lampung. Masyarakat di wilayah tersebut kebanyakan bertani kopi. Dalam  sebuah pemetaaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Rekayasa Industri (Rekind) setahun silam,
ada kenyataan kebutuhan mesin penggiling kopi. Mesin ini terbukti mampu meningkatkan nilai jual komoditas kopi, terang Corporate Secretary PT Rekayasa Indonesia (Rekind) Wilka Osca mengawali perbincangan pada Kamis (1/8/2013) usai  penyerahan bingkisan perlengkapan sekolah untuk 155 murid sekolah mulai tingkat TK sampai dengan SMP oleh  Direktur Utama Rekind M. Ali Suharsono. Dalam kesempatan tersebut, Rekind juga menyerahkan bantuan operasional pendidikan kepada TPA Ululu Albaab binaan Majelis Ta'lim Ulul Albaab Rekind.

Kendati begitu, jumlah mesin penggiling kopi terbatas. Alhasil, petani di Tanggamus terpaksa menunggu giliran untuk menjadikan panenan biji kopi mereka berubah bentuk menjadi bubuk.

Bertolak dari kenyataan itulah, lanjut Wilka, pihaknya memberikan mesin penggiling kopi bagi para petani pada Desember 2012. Bukan hanya itu, pihak Rekind juga memberikan pelatihan bagi para petani untuk mengoperasikan mesin tersebut. "Pengalaman ini menunjukkan kalau program CSR tepat guna adalah kebutuhan,"kata Wilka.

Menghelat program CSR sejak lima tahun silam, lanjut Wilka, Rekind menempatkan realisasi program di bawah koordinasi Departemen CSR. Fokus utama yang menyasar warga masyarakat di berbagai proyek Rekind di daerah, termasuk di kantor pusat di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, adalah pendidikan. Kegiatan pada hari ini termasuk pada bidang pendidikan tersebut.

Bidikan kedua adalah kesehatan. Pada bidang ini, salah satu yang pernah terwujud di samping program reguler seperti donor darah adalah program pengasapan rumah untuk pencegahan demam berdarah. Mengerahkan partisipasi karyawan Rekind di rumah masing-masing, program ini membidik lebih dari seribu rumah. "Karyawan tinggal meminta pengasapan di tempat mereka tinggal dan kawasannya,"terang Wilka sembari menambahkan kalau fokus ketiga adalah bidang lain-lain sesuai kebutuhan.

Tantangan

Ke depan, menurut Wilka, tantangan bagi Rekind adalah mewujudkan konsep teknologi terapan yang sangat berguna bagi masyarakat. "Terus terang, itu tantangan kami yang membutuhkan komitmen banyak pihak," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ide untuk menjawab tantangan soal teknologi terapan itu muncul di wilayah proyek Rekind di Pangkep, Sulawesi Selatan beberapa waktu silam. Kala itu musim kemarau. Warga terpaksa harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer untuk mendapat sumber air bersih.

Ada juga warga yang memanfaatkan selang air demi menjawab kebutuhan air  bersih tersebut. "Sayangnya, selang mereka bocor,"terang Wilka.

Cara lain yang dilakukan warga adalah dengan membuat penampungan air hujan. Tapi, air yang diperoleh teramat kotor. "Kenyataan menunjukkan kalau kebutuhan dasar  masyarakat di sana belum tercukupi. Jadi, tidak mungkin rasanya kalau kita melompat untuk memperkenalkan teknologi yang lebih maju,"kata Wilka lagi.

Berangkat dari situ, Rekind kemudian menyiapkan tempat-tempat penampungan air bersih. Ada sekitar lima tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang disiapkan.
 
Masyarakat, selanjutnya, diajak juga untuk mengatur penggunaan air bersih di penampungan-penampungan itu. "Ini teknologi sederhana yang menjawab kebutuhan. Ukurannya,  bukan seberapa besar perusahaan memberikan, tapi seberapa tepat," kata Wilka.

Lebih lanjut, soal pendanaan, Wilka Osca mengatakan dalam waktu setahun, Departemen CSR mendapat dana sekitar Rp 1 miliar. Sementara itu, program pembangunan komunitas  di proyek-proyek Rekind di daerah juga saling berkaitan dengan Departemen CSR. "Kegiatan itu ada dananya sendiri,"demikian Wilka Osca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.