Mentan "Memimpikan" Harga Daging Sapi Rp 80.000 Per Kg

Kompas.com - 13/08/2013, 13:31 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Suswono menginginkan harga daging sapi turun ke Rp 80.000 per kilogram, dari saat ini Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.

Dia mengharapkan rumah potong hewan (RPH) dapat secepatnya memotong sapi sehingga dapat secepatnya pula didistribusikan ke pasar. Hal tersebut, lanjutnya, dapat menurunkan harga.

"Harga sapi hidup dari Australia murah. Ada upaya (peroleh) keuntungan besar," kata Suswono di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (13/8/2013).

Suswono berharap pemotongan sapi di RPH dapat memenuhi kebutuhan pasar. Saat ini jumlah sapi siap potong yang sudah berada di RPH mencapai 192.000 ekor. Selain itu, Suswono juga mengharapkan para pelaku usaha sapi potong dan daging sapi agar dapat segera menurunkan harga.

Dengan upaya menurunkan harga, maka tidak perlu lagi dilakukan impor daging sapi. Pelonggaran impor daging sapi, menurut Suswono, berimbas kepada peternak sapi. Namun, impor menjadi pilihan karena melambungnya harga sampai ke tingkat tak wajar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.