Kompas.com - 15/08/2013, 13:58 WIB
Resepsionis di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (14/8/2013). Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap KPK dugaan kasus suap. KOMPAS/HERU SRI KUMORO Resepsionis di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (14/8/2013). Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap KPK dugaan kasus suap.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring ditangkapnya Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga ini berupaya meningkatkan akuntabilitasnya.

Untuk itu, SKK Migas akan menjalin kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari sisi pencegahan. Kepala SKK Migas yang baru, Johannes Widjanarko mengatakan pihaknya akan terus memperbaiki diri dari dalam, dimana masih memerlukan suatu penyempurnaan.

"Kita bekerjasama dengan KPK dari sisi pencegahan, dan kita sangat suport. Jadi tidak hanya penindakan, yang paling penting pencegahannya," ujarnya usai diangkat menjadi Kepala SKK Migas di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (15/8/2013).

KPK nantinya akan melihat aturan SKK Migas. KPK akan memberikan rekomendasi kepada SKK Migas terkait aturan apa yang harus diperbaiki. Termasuk melaporkan harta kekayaan pejabat SKK Migas.

"Whistle blower akan terus dijalankan dan pelaporan harta kekayaan yang dimiliki tentunya," kata Johannes. Peran dari SKK Migas ialah dengan selalu menjaga dan bertindak kooperatif selama program berjalan, serta terua membantu apa yang diperlukan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.