Kompas.com - 15/08/2013, 16:19 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 6,5 persen.

Direktur Komunikasi BI, Peter Jacobs menjelaskan bahwa bank sentral akan memperkuat bauran kebijakan untuk pengendalian inflasi.

Untuk itu, BI akan melakukan penguatan operasi moneter untuk mengintensifkan pengendalian ekses likuiditas yang cenderung meningkat pasca Ramadhan.

"Dalam hal ini, Bank Indonesia akan menerbitkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) dan menyempurnakan ketentuan GWM-LDR untuk memperkuat penyaluran kredit dan penghimpunan dana yang prudent, serta menyempurnakan GWM Sekunder untuk memperkuat manajemen likuiditas perbankan," jelasnya Kamis (15/8/2013).

Selanjutnya, stabilisasi nilai tukar jangka panjang rupiah tetap dilakukan sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian, dan sekaligus untuk pengelolaan neraca pembayaran yang lebih sustainable.

Bank Indonesia juga akan melakukan langkah-langkah pengawasan bank (supervisory actions) untuk mengendalikan pertumbuhan kredit yang dinilai masih relatif tinggi pada sejumlah bank dan sektor tertentu, termasuk yang mempunyai kandungan impor tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.