Kompas.com - 21/08/2013, 11:54 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku pasar langsung melakukan pertemuan terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot akhir-akhir ini. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor OJK semalam.

Pertemuan tersebut melibatkan pelaku pasar modal (perusahaan efek dan analis pasar modal), industri keuangan non bank (perusahaan asuransi dan dana pensiun) serta pemodal kelembagaan domestik di pasar modal Indonesia.

Hadir dalam pertemuan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto, Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan non Bank Firdaus Djaelani dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida.

"Pertemuan ini untuk sharing informasi dan memperoleh masukan dari pelaku industri jasa keuangan terkait dengan kondisi perekonomian pada umumnya dan kondisi pasar modal Indonesia pada khususnya," kata Muliaman dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Ia menambahkan, pelaku industri sektor jasa keuangan yang hadir menginformasikan kesiapan mereka dalam mengevaluasi sekaligus mengantisipasi perkembangan yang ada. "Dari hasil evaluasi tersebut, mereka meyakini bahwa kondisi pasar modal saat ini adalah sesuatu yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika pasar," tambahnya.

Pelaku industri keuangan non bank sendiri sebagai representasi dari pemodal kelembagaan di pasar modal Indonesia berkeyakinan bahwa kondisi saat ini bersifat sementara (temporary) dan tetap mempunyai optimisme akan adanya perbaikan.

Mayoritas pemodal kelembagaan besar seperti Jamsostek, Taspen, Axa Mandiri dan beberapa dana pensiun tetap konsisten menjalankan kebijakan investasi jangka panjangnya bahkan melihat adanya peluang untuk meningkatkan portofolio investasi mereka di pasar modal Indonesia.

Dari pertemuan ini, OJK dan para pelaku industri jasa keuangan yang hadir memiliki komitmen yang sama untuk terus menjaga kredibilitas industri serta turut berkontribusi terhadap upaya peningkatan ketahanan industri dari goncangan yang berasal dari eksternal maupun internal.

"Setiap pihak yang terlibat di industri jasa keuangan Indonesia bertugas untuk sama-sama mendorong dan mengembangkan pasar yang sehat dan stabil. Stabilitas dan kredibilitas industri keuangan harus dijaga bersama," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alfamart Gelar Promo Minyak Goreng, Dijual Mulai dari Rp 20.500 per Liter

Alfamart Gelar Promo Minyak Goreng, Dijual Mulai dari Rp 20.500 per Liter

Spend Smart
Pertamina Siapkan Gerai Pendaftaran di SPBU bagi Masyarakat yang Tak Punya MyPertamina

Pertamina Siapkan Gerai Pendaftaran di SPBU bagi Masyarakat yang Tak Punya MyPertamina

Whats New
Harga Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
Cek Tarif Tol Bandara Juanda Terbaru dan Sistem Pembayarannya

Cek Tarif Tol Bandara Juanda Terbaru dan Sistem Pembayarannya

Spend Smart
Sri Mulyani Sedih, dari Luasnya Hutan RI, Negara Cuma Dapat Rp 5 Triliun

Sri Mulyani Sedih, dari Luasnya Hutan RI, Negara Cuma Dapat Rp 5 Triliun

Whats New
Sulit Dapat Untung, Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Sulit Dapat Untung, Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Whats New
RI Punya Hutan Luas tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

RI Punya Hutan Luas tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

Whats New
150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

Rilis
Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Whats New
Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Whats New
Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Whats New
Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Whats New
AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Whats New
IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.