Kompas.com - 21/08/2013, 14:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTCOK.COMIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup mendorong sektor perbankan agar mendukung ekonomi hijau.

Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Irwan Lubis mengatakan, pada Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup telah mengharuskan semua aktifitas ekonomi untuk patuh mendorong kelestarian lingkungan. Perbankan sebagai entitas bisnis tentunya tak lepas dari hal tersebut.

"Pengabaian terhadap ketentuan tersebut tentunya akan berpotensi meningkatkan risiko kredit, risiko hukum dan risiko reputasi bagi perbankan. Untuk itu perbankan perlu memahami dan menguasai lebih baik mengenai manajemen resiko lingkungan hidup ini," ujarnya di Kantor Bank Indonesia, Rabu (21/8/2013).

Prinsip dasar dari ekonomi hijau ini adalah upaya memperkuat kemampuan manajemen risiko bank, khususnya terkait dengan lingkungan hidup dan mendorong perbankan untuk meningkatkan portofolio pembiayaan ramah lingkungan hidup seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pertanian organik dan transportasi ramah lingkungan.

Dalam kerangka yang lebih makro, BI berharap ekonomi hijau akan memberikan kontribusi positif pada upaya penguatan kebijakan fiskal dan moneter. Hal tersebut tercermin dari menurunnya beban impor minyak dan produk pertanian, karena terjadi peningkatan pasokan energi domestik dan sumber-sumber energi terbarukan, peningkatan efisiensi penggunaan energi oleh industri dan peningkatan produk pertanian organik.

"Pada sisi lain, langkah ini menjadi kontribusi perbankan dalam mendukung komitmen pemerintah memperbaiki posisi Indonesia sebagai paru-paru dunia dengan menurunkan emisi gas rumah kaca," kata Irwan.

Sementara itu Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Imam Hendargo menuturkan, Indonesia merupakan negara ring of reneweble energy. Selain minyak dan gas bumi, mulai dari hydropower, panas bumi, bio masa dan bahan bakar nabati semua ada di negara ini. "Upaya menjadikan green energy sebagai fondasi energi adalah merupakan wujud nyata dari ekonomi hijau," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.