Presiden: Jujur, Berat Capai Pertumbuhan Ekonomi 6,3 Persen

Kompas.com - 21/08/2013, 14:35 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
— Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pesimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2013 bisa mencapai target 6,3 persen seperti yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2013. Sikap pesimistis Presiden itu muncul setelah melihat situasi ekonomi global dan dalam negeri.

"Saya harus dengan jujur katakan untuk mencapai 6,3 persen berat bagi Indonesia," kata Presiden saat jumpa pers seusai rapat terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Ratas tersebut membahas situasi ekonomi Indonesia terkini, yakni merosotnya nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hadir dalam rapat itu Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Gubernur Bank Indonesia Agus Wartowardojo, serta menteri dan pimpinan lembaga terkait lainnya.

Presiden mengatakan, penetapan target pertumbuhan ekonomi 6,3 persen dilakukan sebelum adanya kebijakan pengetatan stimulus moneter di Amerika Serikat. Kebijakan itu berpengaruh pada situasi keuangan di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain itu, penetapan target tersebut juga sebelum adanya sejumlah perkembangan baru di bidang ekonomi.

Presiden menambahkan, pemerintah akan berusaha agar jika terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi pada 2013, penurunan tersebut tidak terlalu tajam. Presiden berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pengusaha.

"Setelah peringatan 17 Agustus lalu, kami bekerja siang dan malam untuk menetapkan langkah di hari-hari, di minggu-minggu, di bulan-bulan mendatang. Tujuannya kita bisa meminimalkan dan mengurangi dampak tekanan ekonomi kita dan kita bisa relatif menjaga pertumbuhan yang kita harapkan," kata Presiden.

Seperti diberitakan, IHSG dan nilai tukar rupiah, Selasa kemarin, kembali terpuruk terdalam di kawasan Asia. Indeks setempat menyentuh level terendah, yakni 4.062, sementara nilai rupiah sempat menembus level Rp 10.900 per dollar AS. Nilai tukar rupiah kemarin ditutup Rp 10.723 per dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.