Wapres: Pemda Harus Berkontribusi Kuatkan Nilai Tukar Rupiah

Kompas.com - 26/08/2013, 13:27 WIB
EditorErlangga Djumena


YOGYAKARTA, KOMPAS.com
- Wakil Presiden RI Boediono menilai, terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, tak bisa diatasi hanya oleh pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah daerah harus ikut berkontribusi untuk kembali menguatkan anjloknya nilai tukar rupiah tersebut.

Hal itu, ditegaskan Boediono ketika membuka secara resmi Rapat Kerja Evaluasi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah pada Semester I Tahun 2013, di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Gedung Agung, Senin (26/8/2013).

"Kondisi perekonomian dan keuangan Indonesia melemah karena dollar AS tengah menguat. Untuk mengatasinya, tidak bisa hanya diserahkan kepada Menteri Keuangan atau Gubernur BI saja, tapi perlu kontribusi pemerintah daerah," kata Boediono.

Dalam praktiknya, kata dia, pemda di seluruh Indonesia bisa ikut membantu menguatkan nilai tukar rupiah dengan cara mengefektifkan serta mengoptimalisasi pemakaian anggaran belanja tahun 2013.

"Realisasi anggaran belanja yang ada dalam ABPD setiap daerah tahun 2013, harus dioptimalisasikan, sepanjang 97 hari kerja yang tersisa pada tahun ini," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.