Kisruh Kedelai, Pemerintah Harus Memutus Ketergantungan Impor

Kompas.com - 03/09/2013, 07:25 WIB
Kedelai Impor menjadi memonopoli pasaran karena kedelai lokal menghilang. Harga kedelai impor di Pamekasan sampai Selasa (27/8/2013) mencapai Rp. 9.000 per kilo. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANKedelai Impor menjadi memonopoli pasaran karena kedelai lokal menghilang. Harga kedelai impor di Pamekasan sampai Selasa (27/8/2013) mencapai Rp. 9.000 per kilo.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -Tidak ada cara efektif menyelamatkan produsen tempe dan tahu jika pemerintah tidak bisa menekan ketergantungan produsen terhadap kedelai impor. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memberikan paket insentif dan keberpihakan penuh kepada petani.

Tanpa langkah tersebut sulit untuk meningkatkan produktivitas kedelai lokal dan menstabilkan harga kedelai. Demikian ditegaskan pengamat pangan Sapuan Gafar, Senin (2/9/2013), yang dihubungi di Jakarta.

Upaya menaikkan produksi kedelai dengan cara mendorong perluasan lahan harus dilakukan. Pelajaran dari masa lalu saat produksi meningkat, programnya sungguh-sungguh dijalankan.

”Caranya melalui perluasan areal dengan pemberian paket teknologi, seperti benih dan perangsang tumbuh. Pendekatan bantuan tiap-tiap daerah juga berbeda tergantung dari masalah masing-masing,” katanya.

Ia melihat lahan di Jawa Barat masih bisa dikembangkan. Setelah penanaman padi dua kali, lahan di tempat itu masih dibiarkan, padahal airnya banyak. Petani perlu diajari untuk bisa menangani tanaman kedelai karena penanaman agak rumit.

Diabaikan

Peluang untuk meningkatkan produksi kedelai sebenarnya sangat dimungkinkan. Namun, penerapan hasil riset kedelai untuk mengurangi ketergantungan impor tidak berjalan secara konsisten. Pola tanam komoditas kedelai dikesampingkan, tanpa metode yang tepat untuk menyesuaikan dengan iklim dan jenis tanah.

”Ada salah satu hasil riset varietas kedelai Tanggamus yang produktif di lahan pasang surut. Namun, di lahan itu, penanamannya lebih diutamakan untuk padi,” kata Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Witjaksono, Senin, di Cibinong Science Center, Cibinong, Jawa Barat.

Jenis tanaman kedelai yang bisa tumbuh pada saat musim kering atau kemarau juga kerap diabaikan. Hal ini akhirnya menurunkan produktivitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, LIPI sudah menguji coba kedelai plus di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Metode kedelai plus ini dapat menaikkan produksi 50–100 persen dari produksi kedelai pada umumnya. Menurut Witjaksono, metode kedelai plus bisa untuk berbagai jenis varietas. Saat
ini sejumlah lembaga riset
pemerintah ataupun perguruan tinggi sudah banyak menghasilkan varietas unggul kedelai.

Bahkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) baru-baru ini meluncurkan varietas kedelai supergenjah Gamasugen-1 dan varietas Gamasugen-2 yang lolos seleksi setelah diuji multilokasi di 16 daerah. Usia panennya berkisar 66 hari hingga 69 hari. Ini memperbarui varietas unggul sebelumnya, yaitu Mutiara-1 dengan usia panen 82 hari.

Saat ini sebenarnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menurut Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Jateng Suryo Banendro, fokus ke arah sana.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Whats New
Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Rilis
Sebut Gernas BBI dan Penanganan Covid-19 Baik, Luhut: Itu karena Leadership Presiden yang Kuat

Sebut Gernas BBI dan Penanganan Covid-19 Baik, Luhut: Itu karena Leadership Presiden yang Kuat

Whats New
Penerimaan Pajak Tembus Rp 741,3 Triliun, Sri Mulyani: Konsumsi Mulai Membaik

Penerimaan Pajak Tembus Rp 741,3 Triliun, Sri Mulyani: Konsumsi Mulai Membaik

Whats New
IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Dua Tahun Eksis, Ajaib Gandeng Lebih dari 1 Juta Investor Saham

Dua Tahun Eksis, Ajaib Gandeng Lebih dari 1 Juta Investor Saham

Rilis
Saling Bantah Pejabat Kemendag Vs Kementan soal Stok Jagung

Saling Bantah Pejabat Kemendag Vs Kementan soal Stok Jagung

Whats New
Dana Simpanan Dijamin, LPS Minta Masyarakat Tak Khawatir Nabung di Bank Digital

Dana Simpanan Dijamin, LPS Minta Masyarakat Tak Khawatir Nabung di Bank Digital

Whats New
Gelar RUPSLB, Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split Saham BBCA

Gelar RUPSLB, Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split Saham BBCA

Whats New
Agustus 2021, Defisit APBN Tembus Rp 383,2 Triliun

Agustus 2021, Defisit APBN Tembus Rp 383,2 Triliun

Whats New
Pemerintah Batasi Pintu Masuk Kedatangan Internasional, Simak Lokasi dan Syaratnya

Pemerintah Batasi Pintu Masuk Kedatangan Internasional, Simak Lokasi dan Syaratnya

Whats New
Tren Penurunan Harga Bitcoin Dinilai Masih dalam Batas Wajar

Tren Penurunan Harga Bitcoin Dinilai Masih dalam Batas Wajar

Whats New
Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Whats New
Sri Mulyani Waspadai Dampak Evergrande karena Bisa Pengaruhi Ekspor RI

Sri Mulyani Waspadai Dampak Evergrande karena Bisa Pengaruhi Ekspor RI

Whats New
Mendag Pertanyakan Klaim Data Kementan soal Stok Jagung 2,3 Juta Ton

Mendag Pertanyakan Klaim Data Kementan soal Stok Jagung 2,3 Juta Ton

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.