Investasi Ilegal Marak, OJK Terima 177 Pengaduan

Kompas.com - 05/09/2013, 19:50 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima 177 pengaduan terkait investasi ilegal. Pengaduan tersebut tercatat hingga 3 September 2013.

Deputi Komisioner OJK bidang Pengawas Pasar Modal I, Robinson Simbolon mengatakan, dari 177 pengaduan tersebut ada 145 pengaduan di antaranya sudah didistribusikan ke instansi yang berwenang.

"Dari 177 pengaduan tersebut, terdiri dari 32 pengaduan dilakukan di 2012 dan 145 pengaduan di 2013 hingga 3 September lalu," kata Robinson saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Ia menambahkan, pengaduan yang terjadi selama tahun ini terdiri dari 56 pengaduan, 34 informasi dan 55 jenis pertanyaan tentang investasi ilegal. Sementara yang masih dirapatkan di satuan tugas (satgas) ada sekitar 38 pengaduan.

Adapun kasus yang sudah ditindaklanjuti terkait investasi ilegal ini terdiri dari 28 pengaduan, 30 informasi dan 36 pertanyaan.

"Kalau yang pengaduan, ini memang benar-benar nasabah dirugikan. Kalau informasi, nasabahmemberikan informasi soal investasi ilegal dan untuk yang pertanyaan, para nasabah hanya bertanya soal investasi ilegal," tambahnya.

Untuk bisa mengolah berbagai pengaduan tersebut, OJK menggandeng instansi terkait seperti Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bareskrim Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kejaksanaan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Koperasi dan UKM hingga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepti).

"Jadi misalnya kasus investasi Yusuf Mansur apakah mau diserahkan ke pasar modal, bank, Kominfo atau bahkan Kementerian Pariwisata. Soalnya mereka kan bisnis perhotelan. Tapi ini juga bisa urusan Kementerian Koperasi dan UKM, soalnya mereka kan kini mau bikin koperasi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.