MAJALENGKA, KOMPAS.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) menargetkan penggemukan 3.000 ekor sapi hingga akhir tahun 2013. PT RNI memusatkan penggemukan sapi di Pabrik Gula (PG) Jatitujuh
"Kita ingin mencapai target 3.000 ekor sapi sampai akhir tahun sesuai kapasitas kandang," kata Direktur Utama PT.RNI, Ismed Hasan Putro, saat serah terima penanggung jawab kandang PG Jatitujuh, di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (6/9/2013).
Sebagai informasi, PG Jatitujuh merupakan satu dari sembilan pabrik gula milik PT RNI. PG Jatitujuh diresmikan pada 1980, oleh presiden kedua RI, Soeharto, dan istri.
Dalam sehari, pabrik yang berada di area lahan seluas 12.000 hektar itu, memproduksi 750 kwintal raw sugar, dan 3.000 gula tebu. Sementara kapasitas terpasang dalam seharinya sebesar 5.000.
PT RNI tengah mengembangkan integrasi industri agro tebu dengan penggemukan sapi, atau integrasi sapi tebu (sate). Oleh karena itu, dikembangkanlah penggemukan sapi di area tersebut pada 2012.
Penggemukan di PG Jatitujuh menggunakan model plasma, dimana melibatkan komunitas setempat. Tri Sasono, penanggungjawab yang baru, menuturkan saat ini ada 1100 ekor sapi inti, dan 230 ekor sapi plasma.
"Plasma baru 230 ekor, karena ada masalah perekrutan. Kendalanya itu mencari bibit. Memang berat targetnya, tapi harus dilaksanakan," ujar Tri kepada Kompas.com.
Sementara itu, kepada 20 sarjana masuk desa yang ikut dalam program penggemukan, Ismed menyampaikan tujuan dari bisnis ini adalah juga membantu pemerintah mencapai swasembada sapi.
"Ada misi besar untuk berkontribusi terhadap penambahan pasokan sapi. Saat ini berkurang pasokan 15 persen, dari 14 juta ekor. Sekitar 2 juta sapi hilang," kata Ismed.
"Kebanyakan dari yang 85 persennya itu sapi betina. Bisa diperkirakan semakin kekurangan pasokan. Jika sudah begitu bangsa akan terus impor, dan melanggengkan pengusaha-pengusaha hitam," katanya.
Chairul, salah seorang sarjana masuk desa, mengatakan sapi yang ada di kandang PG Jatitujuh saat ini terdiri dari tiga jenis, simental, limosin brahma, dan peranakan simental dengan lokal.
Ismed mengatakan pada Desember 2013, akan datang sapi inti dari Australi. "Sapi inti bukan anakan," kata dia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.